GemaWarta – 16 Juni 2026 | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada pagi hari. Guncangan kuat yang dirasakan di sejumlah wilayah memicu kepanikan warga dan menyebabkan aktivitas masyarakat sempat terganggu.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 Wita dengan magnitudo 6,7. Episenter gempa berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan pemerintah daerah untuk memasuki masa tanggap darurat menyusul gempa bumi. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi.
Seluruh upaya difokuskan pada upaya penyelamatan jiwa warga di kawasan yang terdampak. Di sisi lain, Anwar Hafid menyampaikan imbauan kepada masyarakat Sulawesi Tengah, terutama yang bermukim di Palu, Sigi, Donggala, dan wilayah lain yang merasakan getaran, agar menjaga ketenangan dan tidak terpancing kepanikan.
Warga diminta hanya merujuk pada sumber informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Gubernur telah memerintahkan pengerahan tenaga kesehatan ke berbagai lokasi terdampak. Langkah ini ditempuh guna memastikan pelayanan medis bagi warga yang mengalami cedera dapat diakses dengan cepat dan merata.
Getaran gempa tak hanya dirasakan di Kota Palu, tapi juga di 8 kabupaten lain, yaitu Parigi Moutong, Donggala, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Luwuk Banggai, dan sekitarnya. Di sejumlah titik, warga sempat melakukan evakuasi mandiri ke tempat terbuka karena khawatir adanya gempa susulan.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo membenarkan guncangan tersebut tergolong signifikan meski lokasi gempa berada di darat. Dia pun memastikan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Palu bersama BPBD, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR langsung melakukan langkah cepat dengan mengaktifkan komunikasi darurat dan pemantauan situasi di lapangan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa guncangan cukup signifikan meskipun pusat gempa berada di darat. Seluruh unsur SAR telah disiagakan dan terus melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak. Koordinasi lintas instansi dengan BMKG, BPBD, TNI, dan Polri disebut terus dilakukan agar setiap perkembangan dapat segera direspons.
Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan dari delapan wilayah yang merasakan guncangan. Pendataan dampak gempa disebut masih terus berjalan secara berjenjang di lapangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hoaks terkait gempa bumi. Masyarakat diminta untuk memantau akun media sosial resmi BMKG dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.
Dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, penting untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan lembaga terkait. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan meminimalkan dampak bencana.











