GemaWarta – 23 April 2026 | Los Angeles Lakers menorehkan momen tak terlupakan dalam babak pertama playoff NBA melawan Houston Rockets, berkat penampilan gemilang guard Luke Kennard. Pemain yang sebelumnya belum mendapatkan sorotan besar ini berhasil menembakkan lima tembakan tiga angka beruntun tanpa satu pun meleset, sebuah prestasi yang belum tercapai oleh seorang Laker sejak Robert Horry pada 1997.
Dalam Game 1, Kennard mencatat 27 poin dengan akurasi tiga poin 5/5, sekaligus mencetak rekor tim atas tembakan tiga angka tanpa miss. Penampilannya tidak hanya mengangkat skor, tetapi juga menyalakan semangat tim. “Itu memberi saya kepercayaan diri untuk terus agresif dan mencari ruang tembak,” ungkap Kennard setelah pertandingan, menegaskan bahwa ia siap memanfaatkan setiap celah yang muncul di lapangan.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada Game 2, di mana Kennard menambah 23 poin, enam rebound, tiga steal, dan dua assist, sekaligus mencatat 3/6 dari zona tiga angka. Penampilannya memicu sorakan “MVP!” dari penonton, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi pada pemain Laker di playoff. Sorakan itu menandai pengakuan publik atas kontribusi pentingnya dalam mengamankan kemenangan 101-94 atas Rockets.
Strategi pelatih kepala JJ Redick terbukti menjadi katalisator utama. Redick, mantan pemain NBA dan pelatih yang baru bergabung, diklaim oleh Kennard sebagai “coach pertama yang berhasil membuka potensi permainan saya.” Selama sesi latihan pra-musim, Redick menekankan pentingnya kecepatan keputusan, gerakan tanpa bola, dan pemilihan tembakan yang tepat. “Kami memutar saklar, kami percaya pada apa yang kami miliki, dan kami saling mendorong untuk bermain sekeras mungkin,” ujar Kennard dalam sebuah unggahan di X.
Keberhasilan tiga poin Kennard juga memperkuat statistik tim secara keseluruhan. Lakers mencatat persentase tembakan efektif 68,2% dalam Game 1, tertinggi dalam sejarah franchise, dan mengungguli Rockets dengan selisih tembakan tiga angka lebih dari 20 poin. Statistik ini mengindikasikan bahwa perbaikan dalam eksekusi tembakan luar busur menjadi faktor penentu dalam serangkaian kemenangan awal.
Namun, para analis mengingatkan bahwa performa luar biasa ini dapat menjadi fenomena sementara. ESPN menyoroti bahwa meskipun Kennard menjadi penembak tiga angka terbaik musim ini, meniru keajaiban Game 1 mungkin tidak mudah. Mereka menekankan bahwa Rockets, dengan Kevin Durant kembali fit, memiliki potensi untuk mengubah dinamika seri jika mereka meningkatkan akurasi tembakan mereka.
Di tengah sorotan tersebut, Lakers juga harus menyesuaikan diri tanpa kehadiran Luka Doncic dan Austin Reaves yang cedera. Kendati demikian, kontribusi Kennard, bersama LeBron James yang tetap menjadi motor utama dengan 28 poin, delapan rebound, dan tujuh assist di Game 2, menunjukkan kedalaman skuad yang mampu menanggulangi absennya bintang utama.
Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari penampilan Kennard:
- Rekor lima tembakan tiga angka beruntun pertama dalam sejarah Lakers sejak 1997.
- Kontribusi 27 poin pada Game 1, mencetak performa playoff tertinggi dalam kariernya.
- Pengaruh positif pelatih JJ Redick dalam mengoptimalkan peran Kennard di lapangan.
- Sorakan MVP dari penonton menandakan penerimaan publik atas dampaknya.
Dengan momentum ini, Lakers berharap dapat melanjutkan dominasinya di seri selanjutnya. Sementara Rockets berupaya menyesuaikan strategi, sorotan tetap pada kemampuan Kennard untuk mempertahankan tembakan luar busur yang akurat dan konsisten. Jika ia berhasil mempertahankan tingkat produksi ini, nama Luke Kennard dapat menjadi simbol kebangkitan Lakers dalam perebutan gelar juara musim ini.
Kesimpulannya, Luke Kennard telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain rotasi, melainkan elemen krusial yang dapat mengubah arah pertandingan. Dengan dukungan pelatih JJ Redick, dukungan tim, dan sorakan publik, ia berada di jalur yang tepat untuk menjadi bintang baru dalam sejarah Lakers.











