Viral

Manga Langka: Logan Paul Pamer Koleksi One Piece & Dragon Ball, IShowSpeed Bongkar Kontroversi

×

Manga Langka: Logan Paul Pamer Koleksi One Piece & Dragon Ball, IShowSpeed Bongkar Kontroversi

Share this article
Manga Langka: Logan Paul Pamer Koleksi One Piece & Dragon Ball, IShowSpeed Bongkar Kontroversi
Manga Langka: Logan Paul Pamer Koleksi One Piece & Dragon Ball, IShowSpeed Bongkar Kontroversi

GemaWarta – 23 April 2026 | Logan Paul kembali menjadi sorotan internet setelah memamerkan koleksi manga langka yang dianggap sebagai “holy grail” dunia komik Jepang. Dalam unggahan terbarunya, ia menampilkan edisi perdana One Piece Chapter One dengan nilai grading 9,0, menempati posisi tertinggi kedua secara global. Tak hanya itu, ia juga memamerkan Dragon Ball Chapter One yang memiliki grading 9,2, satu-satunya contoh yang ada, dengan perkiraan harga US$550.000.

Unggahan tersebut tidak hanya menimbulkan kekaguman, melainkan pula memicu perdebatan sengit ketika streamer terkenal iShowSpeed menanggapi dengan komentar singkat, “you dont know sh*t about one piece.” Sindiran itu menjadi bahan bakar bagi diskusi luas mengenai batas antara passion sejati dan investasi komersial dalam fandom pop culture.

🔖 Baca juga:
Bigmo Akhirnya Buka Suara: Dari Viral Dijodohkan Netizen hingga Damai dengan Azizah Salsha

Fenomena ini mencerminkan perubahan paradigma kolektor generasi milenial dan Gen Z. Manga yang dulu dianggap niche kini berubah menjadi aset alternatif dengan nilai finansial tinggi, seiring dengan tren penjualan kartu koleksi seperti Charizard atau Pokémon Illustrator yang pernah mencapai miliaran rupiah. Logan Paul, yang sebelumnya mencatat rekor penjualan kartu Pokémon Pikachu Illustrator senilai lebih dari US$16 juta, kini mengalihkan sorotnya ke dunia manga.

Berikut data singkat mengenai nilai pasar manga yang dipamerkan:

  • One Piece Chapter One – Grading 9,0, nilai pasar diperkirakan US$1,2 juta.
  • Dragon Ball Chapter One – Grading 9,2, nilai pasar diperkirakan US$550.000.
  • Pikachu Illustrator (PSA 10) – Dijual US$16,49 juta pada Februari 2026.

Para kolektor tradisional, atau yang disebut purist, menilai bahwa masuknya selebritas seperti Logan Paul dapat merusak nilai autentik koleksi. Mereka menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk “gatekeeping” yang berlebihan, dimana kepemilikan dianggap sah hanya bila memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah karya. Di sisi lain, para pendukung berargumen bahwa kehadiran figur publik dapat memperluas jangkauan pasar, mengangkat manga ke tingkat mainstream yang lebih tinggi, dan memberikan kesempatan bagi kolektor baru untuk berpartisipasi.

🔖 Baca juga:
Geger Video Viral: Sopir Ambulans Lari Terobos Macet di Tebet, Polisi Diam di Dalam Mobil?

Sejumlah pengamat pasar menyoroti bahwa kelangkaan dan kondisi fisik (grading) menjadi faktor utama dalam menentukan harga. Sama seperti sneaker atau kartu olahraga, nostalgia dan eksklusivitas menjadi rumus utama nilai fantastis. Dalam konteks ini, One Piece dan Dragon Ball memiliki bobot historis yang setara dengan debut superhero Barat, mengingat penjualan global mereka masing-masing mencapai ratusan juta kopi.

iShowSpeed, yang dikenal dengan gaya komentarnya yang blak-blakan, menegaskan bahwa “kamu bahkan gak tahu apa-apa tentang One Piece”. Komentar tersebut memicu ribuan reaksi netizen; sebagian mendukung Speed, sementara yang lain menilai bahwa perdebatan ini hanyalah bentuk persaingan ego antara dua influencer besar.

Di balik kontroversi, ada peluang edukatif. Diskusi ini membuka ruang bagi penonton yang belum familiar dengan manga untuk belajar tentang sejarah, grading, serta dinamika pasar koleksi. Sementara itu, kolektor yang menganggap diri mereka sebagai investor dapat memanfaatkan eksposur media untuk meningkatkan likuiditas aset mereka.

🔖 Baca juga:
Kucing di Pod Kaca China Bikin Pengendara Terhenti: Fenomena Viral yang Mengguncang Jalan Raya

Secara keseluruhan, peristiwa ini menegaskan bahwa koleksi manga tidak lagi sekadar hobi pribadi, melainkan bagian integral dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan media sosial, pasar sekunder, dan budaya populer global.

Dengan terus berkembangnya minat terhadap manga langka, kemungkinan besar akan muncul lebih banyak kolaborasi antara kreator konten, kolektor profesional, dan platform perdagangan digital yang menawarkan verifikasi grading berbasis blockchain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *