BERITA

Menteri Agama Nasaruddin Umar: Momentum Fenomena Matahari di Atas Ka’bah untuk Mengecek Arah Kiblat

×

Menteri Agama Nasaruddin Umar: Momentum Fenomena Matahari di Atas Ka’bah untuk Mengecek Arah Kiblat

Share this article
Menteri Agama Nasaruddin Umar: Momentum Fenomena Matahari di Atas Ka'bah untuk Mengecek Arah Kiblat
Menteri Agama Nasaruddin Umar: Momentum Fenomena Matahari di Atas Ka'bah untuk Mengecek Arah Kiblat

GemaWarta – 15 Juli 2026 | Fenomena matahari di atas Ka’bah menjadi momentum penting bagi umat Muslim di Indonesia untuk mengecek arah kiblat. Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh umat Muslim di Indonesia untuk memastikan kebenaran arah kiblat pada 15-16 Juli 2026.

Menurut Nasaruddin Umar, fenomena matahari di atas Ka’bah termasuk peristiwa astronomi yang terjadi setiap dua kali dalam setahun. Pada momen tersebut, sinar matahari tegak lurus dengan Ka’bah yang bisa dijadikan acuan menentukan arah kiblat dengan akurasi yang tinggi.

🔖 Baca juga:
Simak Berita Terkini: Harga Sembako Jatim, Jadwal Jakarta Fair, dan Info Islami

Untuk mengecek arah kiblat, masyarakat dapat melakukan cara sederhana dengan menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka. Kemudian, amati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama mengimbau seluruh pengurus atau takmir masjid dan musala di Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini guna memastikan arah kiblat telah tepat menghadap Ka’bah.

🔖 Baca juga:
Geng Motor Bersajam dan Fenomena Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah: Dua Sisi Berbeda dari Masyarakat

Dalam kesempatan lain, Nasaruddin Umar juga berkelakar saat meninggalkan rapat di tengah-tengah Rapat Kerja (Raker) usai membacakan laporan keuangan Kementerian Agama. Ia kemudian diminta menyerahkan tanggung jawab kepada Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i yang turut hadir dalam rapat tersebut.

Di sisi lain, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha tenun berbasis komunitas.

🔖 Baca juga:
Pemprov Jawa Barat Tegaskan Milangkala Tatar Sunda Bukan Upaya Ganti Nama Jawa Barat

Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Indonesia Kabupaten Cilacap juga berkesempatan silaturahmi dan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan tersebut, PGMM menyampaikan aspirasi dan harapan guru madrasah swasta sekaligus memperkuat sinergi dalam pembangunan pendidikan madrasah di Indonesia.

Kesimpulan, momentum fenomena matahari di atas Ka’bah dapat dimanfaatkan untuk mengecek arah kiblat. Selain itu, program-program lain seperti Program Kampung Zakat ZCD dan audiensi dengan Menteri Agama juga dapat membantu memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik dan pembangunan pendidikan madrasah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *