GemaWarta – 17 Juli 2026 | Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang digelar oleh Kementerian Agama mendapat sambutan luas dari masyarakat. Sebanyak 725.669 titik lokasi di berbagai daerah telah didaftarkan untuk mengikuti kegiatan verifikasi arah kiblat melalui fenomena Rashdul Qiblat.
Fenomena Rashdul Qiblat merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setahun, ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Metode ini dinilai lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan kompas atau alat sejenis yang masih dipengaruhi medan magnet atau faktor teknis lain. Karena memanfaatkan ketentuan alam yang telah ditetapkan Allah SWT, Rashdul Kiblat menjadi salah satu cara paling tepat untuk memverifikasi arah kiblat.
Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.
Ketepatan arah kiblat memiliki peran penting dalam syariat Islam, baik untuk pelaksanaan salat maupun dalam proses pemakaman umat Islam. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat yang hanya terjadi dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Mei dan Juli.
Di Kabupaten Bekasi, sebanyak 3.400 warga mendaftarkan diri untuk mengikuti verifikasi arah kiblat. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Bekasi Nedi Junaedi mengatakan bahwa tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memastikan arah kiblat sebagai bagian penting dari pelaksanaan ibadah.
Selain menggunakan metode Rashdul Kiblat, ada beberapa cara lain untuk menentukan arah kiblat, seperti menggunakan kompas atau aplikasi digital. Namun, metode Rashdul Kiblat dinilai lebih akurat dan praktis karena memanfaatkan fenomena alam.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 144, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menghadap kiblat dalam melaksanakan salat. Oleh karena itu, menentukan arah kiblat dengan akurat sangat penting untuk memastikan kesahihan ibadah.
Dengan demikian, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menentukan arah kiblat dengan akurat. Dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat, masyarakat dapat memverifikasi arah kiblat dengan mudah dan praktis.









