GemaWarta – 18 Juli 2026 | Drama Korea Agent Kim Reactivated telah mencapai rekor rating tertinggi sejak penayangannya. Episode 7 drama ini, yang ditayangkan pada 17 Juli pukul 21.50, mencatatkan rating pemirsa puncak sebesar 25,5 persen, 22,6 persen di wilayah ibu kota, dan 21,9 persen secara nasional.
Drama ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai miniseri dengan rating tertinggi tahun 2026, tetapi juga melihat rating demografis tahun 2049 melonjak hingga 8,5 persen, menunjukkan dominasinya baik dalam jumlah pemirsa maupun minat publik.
Di episode 7, Manajer Kim (So Ji Sub) bergabung dengan Seong Han Su (Choi Dae Hoon) dan Park Jin Cheol (Yoon Kyung Ho) untuk secara dramatis melindungi putrinya, Min Ji (Seo Su Min). Kemudian, ia langsung menghukum Joo Kang Chan (Joo Sang Wook), akar dari segala kejahatan dan dalang di balik peristiwa tersebut.
Di tengah operasi penyelamatan berskala besar, termasuk serangan teror gas tidur, pengejaran kontainer, dan pertarungan tangan kosong yang intens, episode ini menampilkan aksi taekwondo Choi Dae Hoon yang hebat dan perkelahian Yoon Kyung Ho yang mempertaruhkan nyawa, yang berpuncak pada penampilan kerja sama tim yang sempurna oleh para ayah.
Menghadapi Joo Kang Chan sendirian, Kim Bu Jang melayangkan pukulan keras sebagai respons atas klaim provokatifnya bahwa “ketidakmampuan orang tua adalah kejahatan”.
Drama Agent Kim Reactivated juga memperlihatkan sisi gelap bullying di sekolah, menggambarkan korban sebagai anak baik yang menjadi sasaran tanpa alasan dan menunjukkan kegagalan dunia melindungi mereka.
Drama ini mengkritik keras sistem sekolah dan hukum yang apatis serta berpihak pada pelaku berkuasa, memperlihatkan ketimpangan keadilan yang nyata di masyarakat.
Kisah Manager Kim mencerminkan trauma mendalam korban dan keluarganya, sementara aksi vigilante-nya menjadi simbol frustrasi publik terhadap hukum yang gagal memberi keadilan.
Secara keseluruhan, Agent Kim Reactivated membuktikan bahwa tontonan genre action juga bisa menjadi media kritik sosial yang brilian.
Kesimpulan dari drama ini adalah bahwa kegagalan sistem dan hukum dalam melindungi korban bullying dapat menyebabkan trauma mendalam dan frustrasi yang meluap-luap, sehingga memicu aksi vigilante yang dapat menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.











