TRAVEL

Kereta Sangkuriang Buka Jalur Kilat Bandung‑Ketapang, Revolusi Wisata Jawa!

×

Kereta Sangkuriang Buka Jalur Kilat Bandung‑Ketapang, Revolusi Wisata Jawa!

Share this article
Kereta Sangkuriang Buka Jalur Kilat Bandung‑Ketapang, Revolusi Wisata Jawa!
Kereta Sangkuriang Buka Jalur Kilat Bandung‑Ketapang, Revolusi Wisata Jawa!

GemaWarta – 23 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan layanan kereta jarak jauh bernama Kereta Sangkuriang pada 1 Mei 2026. Rute baru ini menghubungkan Stasiun Bandung di Jawa Barat dengan Stasiun Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, menempuh jarak 1.002 kilometer tanpa harus berganti moda transportasi. Peluncuran ini menjadi sorotan nasional karena menjadikan rute Bandung‑Ketapang sebagai layanan antarkota terjauh kedua di Indonesia, setelah Blambangan Ekspres yang menghubungkan Jakarta‑Banyuwangi.

Kereta Sangkuriang menawarkan kecepatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu bagi penumpang yang melakukan perjalanan lintas provinsi. Tiket tersedia mulai dari Rp 450 ribu, memberikan alternatif yang kompetitif dibandingkan moda udara atau bus antar‑kota. Dengan satu tiket, penumpang dapat melintasi provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, tanpa harus transit di stasiun lain.

🔖 Baca juga:
Viral Ugal-Ugulan Travel di Tol Purbaleunyi: Sopir Ditilang, Perusahaan Putus Kerja

Rute ini melewati lebih dari dua puluh kota penting, termasuk Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Jember, hingga ujung timur di Ketapang. Berikut ini daftar utama kota yang dilalui:

  • Bandung (Jawa Barat)
  • Tasikmalaya
  • Ciamis
  • Banjar
  • Kroya
  • Yogyakarta
  • Solo
  • Madiun
  • Surabaya
  • Probolinggo
  • Lumajang
  • Jember
  • Ketapang (Banyuwangi)

Manajer Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyatakan bahwa peluncuran Kereta Sangkuriang merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. “Kami menghadirkan Kereta Sangkuriang sebagai solusi yang menghubungkan Bandung dengan berbagai kota penting di Pulau Jawa hingga Ketapang,” ujarnya pada konferensi pers di Bandung, Kamis, 23 April 2026.

Selain manfaat praktis, nama “Sangkuriang” mengandung nilai budaya yang dalam. Legenda Sangkuriang, kisah klasik Sunda yang melahirkan Gunung Tangkuban Parahu, menjadi inspirasi penamaan kereta ini. Menurut cerita rakyat, Sangkuriang adalah tokoh yang menolak takdir, menciptakan gunung dengan menolak perintah ibunya, Dayang Sumbi. Legenda tersebut mencerminkan semangat petualangan dan keberanian, nilai yang ingin dihadirkan KAI melalui layanan baru ini.

🔖 Baca juga:
Bobotoh Persib Bandung: Dari Walking Tour Sejarah hingga Denda Ratusan Juta, Apa Dampaknya bagi Klub?

Dengan menelusuri rute selatan Pulau Jawa, penumpang tidak hanya mendapatkan transportasi cepat, tetapi juga peluang untuk menikmati panorama alam dan budaya setempat. Mulai dari hamparan sawah di Jawa Barat, keraton Yogyakarta, hingga pesisir pantai di Jawa Timur, Kereta Sangkuriang menjadi jalur wisata yang memudahkan eksplorasi tanpa harus repot berpindah moda.

Keberadaan kereta ini juga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada jaringan jalan raya yang sering macet, terutama pada jalur lintas Jawa Barat‑Jawa Timur. Dampak positifnya mencakup penurunan emisi karbon, peningkatan mobilitas ekonomi regional, dan dukungan terhadap sektor pariwisata yang kembali bangkit pasca pandemi.

Kereta Sangkuriang beroperasi dengan jadwal harian, menempuh perjalanan penuh selama lebih dari 18 jam, tergantung pada kondisi operasional. Fasilitas dalam kereta meliputi tempat duduk kelas ekonomi dan eksekutif, gerbong makan dengan menu khas Jawa, serta ruang khusus bagi penumpang dengan kebutuhan khusus.

🔖 Baca juga:
Surabaya Giatkan Revitalisasi Kota Lama, Buka Program Medical Tourism, dan Siapkan Warga Hadapi Hujan Ringan 2026

Secara keseluruhan, peluncuran Kereta Sangkuriang menandai babak baru dalam transportasi darat Indonesia. Dengan menggabungkan kecepatan, kenyamanan, dan warisan budaya, layanan ini diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas lintas Jawa, mempermudah pergerakan masyarakat dan membuka peluang wisata baru bagi para pelancong domestik maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *