GemaWarta – 22 Juli 2026 | Konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memburuk setelah serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kedua negara. Pada hari Selasa, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan udara di Yordania yang menewaskan dua tentara AS dan melukai beberapa lainnya.
Serangan ini dianggap sebagai eskalasi konflik yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Sebelumnya, AS telah melancarkan serangan udara terhadap beberapa target di Iran, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur.
Iran juga telah melancarkan serangan terhadap beberapa target di Teluk Persia, termasuk kapal tanker yang membawa minyak. Serangan ini telah menyebabkan harga minyak dunia meningkat dan memicu kekhawatiran tentang stabilitas pasokan energi global.
Sementara itu, Houthi, sebuah kelompok militan yang didukung oleh Iran di Yaman, telah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Blokade ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap pasokan minyak dan perdagangan global.
Pemerintah Pakistan, yang telah berusaha untuk memediasi konflik antara Iran dan AS, telah mengadakan pertemuan dengan pejabat Iran untuk membahas situasi terkini. Namun, belum jelas apakah upaya damai ini akan berhasil menghentikan konflik yang semakin memburuk.
Konflik antara Iran dan AS telah berlangsung selama beberapa dekade, tetapi telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Konflik ini telah menyebabkan ketegangan yang tinggi di kawasan Timur Tengah dan telah memicu kekhawatiran tentang stabilitas global.











