GemaWarta – 23 Juli 2026 | Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah menjadi fenomena yang hangat diperbincangkan di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terasa pada masyarakat umum, tetapi juga pada para pekerja yang setiap hari bergantung pada kendaraan pribadi untuk mencari nafkah. Di saat harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, biaya transportasi ikut membengkak. Sementara itu, pendapatan sebagian besar pekerja masih jalan di tempat.
Bagi para pekerja, mengisi tangki BBM kini bukan lagi rutinitas biasa, melainkan keputusan yang harus dipikirkan matang-matang. Sebagian memilih beralih ke BBM yang lebih murah demi menekan pengeluaran. Namun, tidak semua berani mengambil langkah tersebut. Ada yang tetap bertahan menggunakan BBM nonsubsidi karena menganggap performa kendaraan adalah investasi untuk menjaga kelancaran aktivitas dan sumber penghasilan.
Indri, seorang karyawan swasta asal Solo, merupakan salah satu contoh masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM. Ia setiap hari menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju tempat kerjanya dengan sepeda motor. Kendaraan roda dua itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan penopang utama kehidupannya.
Di sisi lain, pemerintah membuka peluang harga minyak nonsubsidi seperti Pertamax dan yang lainnya bisa turun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bisa saja terjadi apabila tren harga minyak mentah dunia terus melemah.
Sementara itu, warga Karanganyar mulai beralih ke motor listrik sebagai alternatif untuk menghemat biaya operasional. Irianto, warga Desa Geneng, Kelurahan Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, merupakan salah satu contoh masyarakat yang memilih meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak dan beralih menggunakan motor listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Simulasi menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga Rp2,44 juta per tahun. Irianto merasa lebih nyaman dan hemat menggunakan kendaraan listrik. Selain lebih hemat, penggunaan motor listrik juga membuatnya tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kesimpulan dari fenomena ini adalah bahwa kenaikan harga BBM memiliki dampak yang signifikan pada masyarakat, terutama para pekerja yang bergantung pada kendaraan pribadi. Namun, dengan adanya alternatif seperti motor listrik dan kebijakan pemerintah yang membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi, diharapkan masyarakat dapat menemukan solusi untuk menghadapi tantangan ini.











