GemaWarta – 24 Juli 2026 | Dea Arranoya, anak dari mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dr. Nevirizal, telah menjadi sorotan publik setelah unggahannya yang dinilai sebagai pamer atau flexing di media sosial. Dea yang berprofesi sebagai dokter hewan ini membagikan momen-momen liburannya ke luar negeri, termasuk Eropa dan Korea Selatan, serta memamerkan gaya hidup mewahnya.
Akibat ulahnya, sang ayah, dr. Nevirizal, mengundurkan diri dari jabatan Asisten Sekda Pemkab Gayo Lues. Dea pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di media sosial, mengaku menyesali unggahan tersebut karena dinilai tidak bijak dan telah menimbulkan kegaduhan.
Dea mengaku bahwa unggahannya tersebut merupakan bentuk ketidakdewasaan dan kurang bijaksana dalam menggunakan media sosial. Ia juga berjanji untuk menghapus konten-konten yang dianggap tidak pantas dari akun media sosialnya dan melakukan introspeksi untuk menjadi lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi di ruang publik.
Permohonan maaf Dea disampaikan melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh pada 22 Juli 2026. Dalam surat tersebut, Dea mengakui bahwa tindakannya dapat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit bagi sebagian warga.
Dea juga mengakui bahwa unggahannya telah menciptakan persepsi keliru dan tidak memberikan dampak positif. Ia berharap masyarakat dapat memaafkan kesalahannya dan memahami bahwa ia telah belajar dari kesalahan tersebut.
Dalam kesimpulan, Dea Arranoya telah menyadari kesalahanannya dan berusaha untuk memperbaiki diri dengan menghapus konten-konten yang tidak pantas dan melakukan introspeksi. Ia berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan memperlihatkan bahwa kesalahan dapat menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.











