GemaWarta – 24 April 2026 | Rudy resmi diangkat sebagai Presiden Direktur (Presdir) PT Astra International Tbk (ASII) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Menara Astra, Jakarta, Kamis 23 April 2026. Pengangkatan ini menandai pergantian kepemimpinan tertinggi perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, menggantikan Djony Bunarto Tjondro yang memimpin sejak 2020.
Sebelum penunjukan ini, Rudy menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Astra, mengawasi beberapa lini bisnis strategis, termasuk agribisnis, infrastruktur, dan teknologi. Pengalaman luasnya dalam mengelola portofolio diversifikasi Astra menjadi alasan utama dewan mengangkatnya sebagai Rudy Presdir Astra. Dalam sambutan konferensi pers, Rudy menekankan komitmen perusahaan untuk memperkuat sinergi antar unit usaha serta meningkatkan kontribusi terhadap transformasi industri nasional.
Djony Bunarto Tjondro, yang selama enam tahun terakhir memimpin Astra, berhasil menavigasi perusahaan melewati tantangan global seperti gangguan rantai pasok dan penyesuaian kebijakan energi. Namun, dewan menganggap saatnya mempersiapkan generasi kepemimpinan baru untuk menghadapi era digitalisasi dan keberlanjutan.
Rapat RUPST 2026 juga merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Berikut adalah susunan anggota terbaru:
- Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
- Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
- Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
- Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
- Komisaris Independen: Pariya Tangtongpairith
- Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
- Komisaris: Benjamin William Keswick
- Komisaris: Stephen Patrick Gore
- Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
- Komisaris: Lee Liang Whye
Direksi Perseroan yang baru terdiri atas:
- Presiden Direktur: Rudy
- Direktur: Gidion Hasan
- Direktur: Santosa
- Direktur: Gita Tiffani Boer
- Direktur: FXL Kesuma
- Direktur: Thomas Junaidi Alim. W
- Direktur: Hsu Hai Yeh
- Direktur: Siswadi
- Direktur: Djap Tet Fa
Penunjukan Chatib Basri sebagai komisaris independen menambah nilai strategis, mengingat reputasinya sebagai ekonom senior dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kehadiran Basri diharapkan memperkuat tata kelola dan memberikan pandangan makroekonomi yang mendalam bagi Astra.
Pengangkatan Rudy Presdir Astra dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar. Saham ASII mencatat kenaikan 2,3% pada sesi perdagangan hari itu, mencerminkan kepercayaan investor terhadap arah strategis baru. Analis memperkirakan bahwa di bawah kepemimpinan Rudy, Astra akan lebih agresif dalam mengintegrasikan teknologi digital, memperluas jaringan listrik hijau, serta memperkuat posisi di sektor agribisnis dan logistik.
Strategi jangka panjang yang diusung meliputi peningkatan nilai tambah pada lini otomotif melalui kolaborasi dengan produsen mobil listrik, investasi pada energi terbarukan, serta pengembangan platform digital untuk layanan keuangan. Rudy menegaskan komitmen Astra untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2050, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia tentang dekarbonisasi.
Dengan struktur pengurus yang lebih beragam dan berpengalaman, Astra International diharapkan dapat memperkuat daya saingnya baik di pasar domestik maupun internasional. Rudy Presdir Astra menyatakan bahwa fase transisi ini akan menjadi momentum untuk mempercepat inovasi, memperluas portofolio bisnis, dan memberikan nilai lebih bagi pemegang saham.











