GemaWarta – 27 Juli 2026 | Baru-baru ini, serangkaian serangan hacker menargetkan akun musik beberapa artis terkenal di platform seperti YouTube dan Apple Music. Salah satu insiden yang paling menarik perhatian adalah ketika akun YouTube resmi Drake tampaknya melakukan streaming lagu Kendrick Lamar yang berjudul ‘Not Like Us’.
Insiden ini tidak hanya terjadi pada Drake, karena beberapa artis lain seperti Playboi Carti, Ye, Kendrick Lamar, Frank Ocean, Michael Jackson, D4vd, dan Ken Carson juga mengalami hal serupa. Mereka menemukan bahwa akun mereka telah dihack dan mengunggah lagu-lagu yang tidak resmi atau bahkan promotional posting yang mengarah ke server Discord.
Kejadian ini memicu spekulasi bahwa sistem distribusi musik digital telah dikompromikan. Drake menjadi fokus perhatian karena unggahan tidak resmi di akunnya menampilkan lagu ‘Not Like Us’ dari Kendrick Lamar, yang merupakan lagu yang sangat populer dan pernah menjadi bagian dari persaingan antara Drake dan Kendrick Lamar di tahun 2024.
Sementara itu, di India, YouTube telah menjadi platform musik yang paling banyak digunakan, diikuti oleh Spotify. Menurut laporan dari EY dan Indian Music Industry, sekitar 32% responden menggunakan YouTube untuk mendengarkan musik dalam tiga bulan terakhir, sedangkan 31% menggunakan Spotify.
Insiden hacking juga terjadi pada akun Apple Music milik D4vd, di mana sebuah lagu palsu berjudul ‘I Did It’ muncul dan menyebabkan kehebohan di kalangan penggemar. Lagu tersebut berisi lirik yang merujuk pada korban pembunuhan yang didakwa kepada D4vd, membuat banyak orang bertanya-tanya tentang keaslian lagu tersebut.
Akhir-akhir ini, BLACKPINK juga menjadi korban serangan hacker. Dua video yang tidak resmi berjudul ‘Boss Up’ dan ‘I Don’t Understand’ muncul di akun YouTube dan Apple Music mereka, membuat penggemar merasa bingung. YG Entertainment, manajemen BLACKPINK, belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang insiden ini.
Kesimpulan dari serangkaian insiden ini menunjukkan bahwa keamanan akun musik artis ternama masih rentan terhadap serangan hacker. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan kebocoran data pribadi dan kerugian finansial yang dapat terjadi jika akun tersebut jatuh ke tangan yang salah.











