GemaWarta – 28 Juli 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi salah satu prioritas nasional. Pergantian kepemimpinan di BGN dari Nanik Sudaryati Deyang kepada Sudaryono tidak menyurutkan komitmen menjalankan program tersebut.
Sebanyak 833 dapur dalam program MBG telah ditutup permanen oleh BGN. Penutupan itu tanpa ganti rugi, atau kompensasi apapun. Dapur yang ditutup permanen tersebut tidak akan dibayar ganti rugi oleh pemerintah.
Sudaryono menekankan ada beberapa alasan yang menyebabkan dapur-dapur tersebut ditutup. Utamanya adalah persoalan higienis. "Jadi dapur di suspend terkait higienis, keracunan, kualitas tidak memenuhi standar dan tidak baik," kata Sudaryono.
Di samping itu, Sudaryono juga memecat 261 pegawai BGN. Sebenarnya, kasusnya sudah diketahui sejak lama. Tetapi, sanksinya baru dijatuhkan di era Sudaryono. Alasan pemberhentian ratusan pegawai non-ASN itu, salah satu dan paling besar adalah karena diduga ada pelanggaran tidak disiplin hingga terlibat judi online.
Sudaryono juga telah memproses temuan 9 orang melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat yang merupakan ASN dan P3K, dan besar kemungkinan akan dipecat. Di luar itu, ditemukan 39 orang pelanggaran disiplin ringan. Sanksinya kemudian akan dilakukan mutasi, demosi, dan mendapat sanksi administrasi maupun sanksi peringatan.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik bagi pemerintah untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah menghormati keputusan Nanik yang mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. Dengan program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses yang lebih baik untuk mendapatkan makanan bergizi.
Kejagung juga telah mengantongi sejumlah alat bukti dalam penetapan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG. Salah satu bukti yang dimiliki penyidik berupa percakapan elektronik atau chat.
Dalam proses penyelidikan, Kejagung telah mengantongi empat jenis alat bukti dalam perkara tersebut, yakni keterangan saksi, keterangan ahli, barang bukti elektronik, dan barang bukti dokumen. Dengan demikian, pemerintah berharap program MBG dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kesimpulan, program Makan Bergizi Gratis terus berlanjut dan menjadi prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat melalui program ini. Dengan penutupan dapur-dapur yang tidak memenuhi standar, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas program MBG dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat.











