GemaWarta – 31 Juli 2026 | Kelaparan dan kesulitan air bersih menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama di daerah Sumedang. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, meminta seluruh kepala desa untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami kelaparan maupun kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
Ia menegaskan bahwa jika pemerintah desa tidak mampu menangani persoalan tersebut, kepala desa diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang agar bantuan pangan maupun air bersih dapat segera disalurkan.
Di sisi lain, kasus pembunuhan lansia di Rejang Lebong juga menunjukkan bahwa kelaparan dapat menjadi pemicu tindakan kriminal. Pelaku pembunuhan lansia di Rejang Lebong berhasil ditangkap setelah sempat buron dan keluar dari persembunyian karena kelaparan.
Fenomena El Nino yang diperkirakan semakin kuat di Samudra Pasifik berpotensi memicu kekeringan dan banjir di sejumlah wilayah pertanian utama dunia. Hal ini dapat memperburuk situasi kelaparan dan kesulitan air bersih di Indonesia.
Gerakan Nasi Darurat Semarang juga menjadi contoh upaya masyarakat untuk membantu mahasiswa dan perantau yang kelaparan. Mereka menyediakan nasi dan makanan lainnya untuk those yang membutuhkan.
Kemarau yang semakin panjang juga membuat Indonesia mulai masuk fase kekeringan hidrologis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kekeringan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui empat tahapan.
Oleh karena itu, perlu upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah kelaparan dan kesulitan air bersih di Indonesia.











