GemaWarta – 03 Agustus 2026 | Kedutaan Besar Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah telah memperingatkan warga Amerika untuk waspada terhadap eskalasi yang tak terduga dalam konflik regional dan mendesak mereka untuk bersiap meninggalkan wilayah tersebut.
Peringatan keamanan tersebut diposting secara daring oleh Kedutaan Besar AS di Bahrain, Mesir, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Warga Amerika di wilayah tersebut diminta untuk mempertimbangkan untuk pergi, atau bersiap untuk pergi jika terjadi eskalasi.
Warga AS di Yordania diminta untuk tidak mengunjungi pangkalan militer di negara tersebut, yang baru-baru ini menjadi sasaran serangan misil Iran, dan di Israel mereka didesak untuk mencari lokasi tempat perlindungan bom terdekat.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama beberapa bulan, dengan periode tenang menyusul gencatan senjata. Namun, perang tersebut telah mengacaukan kehidupan orang-orang di seluruh Timur Tengah dan mengguncang pasar energi global.
Militer Iran pada Sabtu menuduh Washington DC telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu, dan beberapa waktu lalu Iran dan AS kembali terlibat baku tembak setelah jeda pertempuran selama beberapa hari.
Sebelumnya, pada Rabu, dilaporkan sebuah drone menyerang kapal gas milik AS yang berlabuh di pelabuhan Mesir, menyebabkan kebakaran. Mesir sedang menyelidiki tetapi belum menuduh kelompok mana pun yang melancarkan serangan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah menghancurkan tiga jet tempur F-35 AS lagi di Yordania, dengan menyerang hanggar perbaikan dan area parkir F-35 di pangkalan udara Al-Azraq dengan beberapa rudal balistik.
Sementara itu, di Korea Selatan, terjadi kebocoran fosfor putih, zat kimia berbahaya yang digunakan dalam amunisi dan tabir asap militer, dari Pangkalan Udara Osan milik Amerika Serikat. Perintah evakuasi diberlakukan bagi lingkungan sekitar pangkalan.
Konflik di Timur Tengah ini telah menyebabkan ketegangan yang tinggi dan mengancam keamanan regional. Warga AS diminta untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan.
Kesimpulan, konflik di Timur Tengah ini sangatlah kompleks dan dinamis. Warga AS harus tetap waspada dan mengikuti saran keselamatan dari otoritas setempat untuk memastikan keamanan mereka.











