Pendidikan

Rektor Unsrat Diganti, Jamaluddin Jompa dari Unhas Ditunjuk Jadi Plt

×

Rektor Unsrat Diganti, Jamaluddin Jompa dari Unhas Ditunjuk Jadi Plt

Share this article
Rektor Unsrat Diganti, Jamaluddin Jompa dari Unhas Ditunjuk Jadi Plt
Rektor Unsrat Diganti, Jamaluddin Jompa dari Unhas Ditunjuk Jadi Plt

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sudah tak lagi dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti saintek) secara tiba-tiba menonaktifkan Rektor Unsrat dan menunjuk Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Jamaluddin Jompa sebagai pelaksana tugas (Plt).

Kabar penghentian Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie itu beredar Selasa (4/8/2026) dan Kemdiktisaintek langsung menunjuk Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa M Sc sebagai Plt Rektor Unsrat efektif sejak Rabu (5/8/2026).

🔖 Baca juga:
Kampus Dilarang Mengelola Dapur MBG, Ini Alasannya

Juru bicara Unsrat, Max Rembang mengatakan, pergantian tersebut melalui surat perintah dari Kemdiktisaintek yang menunjuk Jamaluddin Jompa, yang baru saja terpilih kembali sebagai Rektor Unhas untuk periode kedua.

Terhitung hari ini Unsrat dipimpin oleh Plt berdasarkan pemberian tugas atau perintah Menteri. Yang menjabat sebagai Rektor Unsrat adalah Plt Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa M Sc. Beliau saat ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin periode kedua.

Menurutnya, Jamaluddin Jompa telah berada di Kampus Unsrat dan langsung menjalankan tugasnya. Ia memimpin rapat perdana bersama para wakil rektor sebelum melanjutkan pertemuan dengan jajaran pimpinan universitas.

Sementara itu, di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sempat diwarnai aksi sejumlah mahasiswa saat Rektor Unmul Prof Abdunnur menyampaikan sambutan. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Warek III) Unmul Prof Moh Bahzar menilai aksi tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi di lingkungan kampus.

Menurut Bahzar, aksi yang dilakukan mahasiswa bukanlah sebuah insiden, melainkan bentuk ekspresi terhadap mantan Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra. Hal ini merujuk pada foto Hiththan bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang beredar dan menuai berbagai komentar.

Yang terjadi di PKKMB itu sebenarnya bukan sebuah insiden. Itu lebih merupakan bentuk ekspresi kekecewaan terhadap Hiththan, ujarnya.

Meski demikian, Bahzar menyayangkan cara penyampaian aspirasi yang dilakukan dalam forum tersebut. Menurutnya, penyampaian kritik tetap harus mengedepankan etika dan moralitas.

Kalau menyampaikan pendapat atau kekecewaan, saya kira itu tidak masalah. Itu bagian dari demokrasi. Yang menjadi catatan adalah cara penyampaiannya, katanya.

Bahzar menilai mahasiswa seharusnya tetap menghormati jalannya forum, termasuk tidak memotong pembicaraan ketika pimpinan universitas sedang memberikan sambutan. Sehingga menurutnya, mahasiswa sepatutnya tetap menjaga moralitas dan etika saat menyampaikan pendapat.

Yang perlu dijaga itu moralitas dan etika. Ketika ada orang yang lebih tua sedang berbicara, sebaiknya jangan dipotong. Itu menyangkut etika kepada orang yang sedang berbicara, tuturnya.

Apabila ingin menyampaikan kritik atau aspirasi, lanjut Bahzar, mahasiswa dapat memanfaatkan mekanisme yang telah tersedia. Seperti melalui surat maupun audiensi dengan pihak rektorat.

🔖 Baca juga:
SPMB di Kepulauan Riau dan Papua: Proses Pendaftaran dan Persiapan

Kalau memang ingin menyampaikan kritik atau aspirasi, ada mekanisme yang bisa ditempuh. Misalnya melalui surat atau audiensi kepada rektorat. Jadi, substansi kritiknya tetap tersampaikan tanpa mengabaikan etika. Harapan saya, mahasiswa tetap menjaga moralitas dalam berdemokrasi. Jangan sampai kita hanya mengejar titel, tetapi melupakan moralitas dan etika, pungkasnya.

Di tempat lain, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sepakat menandatangani kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara yang ditandai dengan penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) disaksikan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si dan Sekertaris, M. Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Penandatanganan naskah Mou dilakukan langsung Rektor UMSU, Prof.Dr Akrim, M.Pd dan Direktur Utama Agrinas, Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani, M.Si serta Komisaris Independen Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Haryo Baskoro Wicaksono, M.BA di Auditorium Kampus Terpadu UMSU di Desa Saintis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu 5 Agustus 2026.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si menjelaskan, penandatanganan naskah kesepahaman Kerjasama UMSU dengan PT Agrinas memberikan dampak positif dalam pengembangan Pendidikan ke depan. Mahasiswa juga punya kesempatan melatih kemampuan.

MoU ini semakin menegaskan wujud kemitraan strategis antara pemerintah dan Muhammadiyah yang sudah berlangsung lama, ujarnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah mengapresiasi perkembangan UMSU yang dinilai berhasil melakukan transformasi kelembagaan hingga mampu menghasilkan lulusan yang terserap di dunia industri.

Kami mengapresiasi langkah kepemimpinan UMSU. Proses transformasi UMSU dari awal sampai sekarang dengan kemajuan. Prof. Akrim sudah melakukan langkah strategis. Alumni UMSU sudah banyak yang masuk ke dunia industri, katanya.

Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Akrim menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kemitraan yang dilakukan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani, M.Si.

Agrinas Palma adalah mitra strategis UMSU, kami berharap nanti dapat menerima mahasiswa dan memperhatikan alumni UMSU. Kami siap berkontribusi dan berkolaborasi dengan Agrinas, ujarnya.

Selanjutnya, Direktur Utama PT. Agrinas Palma Nusantara Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani, M.Si menyampaikan kerja sama dengan UMSU merupakan bentuk pengabdian perusahaan kepada dunia pendidikan.

Kami sendiri yang menawarkan MoU. Kami ingin pekerjaan kami dibantu bersama akademisi. Seluruh mahasiswa bisa magang dan dosen bisa melakukan riset. Kami resmi mengundang kolaborasi untuk sama-sama kita wujudkan, katanya.

🔖 Baca juga:
Kabinet Bayangan: Putusan MK soal MBG Tampar Pemerintah, Pertanyaan Pendirian URI

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) menghadirkan wajah baru perkaderan Muhammadiyah di Tanah Papua melalui penyelenggaraan Baitul Arqam (BA) perdana pada 22–24 Juli 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penguatan ideologi Persyarikatan, tetapi juga memperlihatkan praktik keberagaman di lingkungan kampus.

Rektor UNIMUTU, Tri Wahyuni mengatakan, Baitul Arqam diikuti dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dengan latar belakang agama yang beragam. Bahkan, dari lebih dari 200 mahasiswa peserta angkatan pertama, hampir 80 persen merupakan nonmuslim.

Baitul Arqam dosen dan tendik terdiri dari muslim dan nonmuslim. Bahkan lebih dari 200 mahasiswa yang mengikuti Baitul Arqam angkatan pertama hampir 80 persen nonmuslim. Mereka mengikuti pengkaderan ini dengan gembira, ujarnya.

Menurut Tri, pelaksanaan Baitul Arqam menjadi bukti bahwa UNIMUTU sebagai Kampus Adat mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif sekaligus memperkuat nilai-nilai Muhammadiyah.

UNIMUTU yang baru lahir pada Juni 2025 terus bergerak mendukung dakwah Pencerahan Muhammadiyah. Semoga ikhtiar ini menjadi rintisan langkah menguatkan konsolidasi kaderisasi di Tanah Papua pada umumnya, dan Teluk Bintuni pada khususnya, katanya.

Ia menambahkan, Baitul Arqam mahasiswa di UNIMUTU merupakan yang pertama diselenggarakan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tanah Papua.

Semoga UNIMUTU menjadi kampus yang memberikan sumbangsih kemajuan untuk Kabupaten Teluk Bintuni menjadi Kota Pendidikan, kata dia.

Kesimpulan, pergantian Rektor Unsrat dan penunjukan Plt Rektor Unsrat merupakan kejadian yang cukup mengejutkan. Sementara itu, kerja sama antara UMSU dan PT Agrinas Palma Nusantara serta pelaksanaan Baitul Arqam di UNIMUTU merupakan upaya untuk memperkuat kaderisasi dan pendidikan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *