GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Sebuah pendorong roket SpaceX Falcon 9 yang hilang kendali telah menabrak permukaan bulan, menciptakan kawah yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 16 kaki. Tabrakan ini terjadi setelah pendorong roket tersebut melepaskan dua lander bulan ke ruang angkasa pada Januari tahun lalu.
Menurut Carl Schmidt, seorang ilmuwan planet dari Universitas Boston, tabrakan ini memberikan kesempatan langka untuk mempelajari atmosfer bulan. Ia menyatakan bahwa peristiwa seperti ini hanya terjadi beberapa kali dalam seumur hidupnya.
Pendorong roket yang panjangnya sekitar 45 kaki dan lebar 12 kaki ini menabrak permukaan bulan dengan kecepatan sekitar 5.400 mil per jam, menciptakan kawah yang diperkirakan memiliki diameter sekitar 100 kaki. Ilmuwan menggunakan teleskop di Chile untuk mendeteksi plume gas natrium dan litium yang dihasilkan dari tabrakan tersebut.
Julianna Scheiman, direktur program NASA Science dan Dragon di SpaceX, menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku untuk membuang pendorong roket Falcon 9 setelah diluncurkan tahun lalu. Namun, kombinasi aktivitas matahari dan gaya gravitasi telah mengarahkan pendorong roket tersebut menuju bulan.
Tabrakan ini tidak diharapkan membahayakan bumi, dan NASA telah memantau jalur pendorong roket tersebut sebelumnya. Ilmuwan juga telah membandingkan peristiwa ini dengan eksperimen tabrakan bulan yang dilakukan oleh NASA pada tahun 2009, yang bertujuan untuk mencari air di permukaan bulan.
Peristiwa tabrakan ini menyoroti pentingnya pemantauan dan kerja sama dalam mengidentifikasi objek di ruang angkasa. Ilmuwan independen dan analis telah bekerja sama untuk melacak pendorong roket tersebut dan memahami jalur yang diikutinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa insiden tabrakan bulan, termasuk tabrakan yang tidak disengaja oleh sebuah roket Cina pada tahun 2022. Peristiwa-peristiwa seperti ini menyoroti pentingnya kesadaran dan pengelolaan sampah di ruang angkasa untuk menghindari kerusakan pada satelit dan stasiun luar angkasa.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa tabrakan bulan oleh pendorong roket SpaceX merupakan peristiwa langka yang memberikan kesempatan untuk mempelajari atmosfer bulan. Ilmuwan akan terus memantau dan menganalisis data dari tabrakan ini untuk memahami lebih lanjut tentang dampaknya pada permukaan bulan.









