BERITA

Pemadaman Bergilir di Palangka Raya Masih Berlanjut Meski PLTU Kalteng-1 Sudah Diperbaiki

×

Pemadaman Bergilir di Palangka Raya Masih Berlanjut Meski PLTU Kalteng-1 Sudah Diperbaiki

Share this article

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Pemadaman bergilir di Palangka Raya masih berlanjut meskipun PLTU Kalteng-1 telah selesai diperbaiki. PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) telah menyelesaikan perbaikan PLTU Kalteng-1 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Namun, PLN masih menjadwalkan pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menagih janji PLN terkait tenggat waktu pemadaman listrik bergilir yang ditargetkan berakhir pada awal Agustus 2026. Namun, jawaban yang disampaikan PLN UID Kalselteng mengatakan bahwa pemadaman akan terus berlangsung dan diperkirakan akan berakhir pada 25 Agustus 2026.

🔖 Baca juga:
Ramalan Cuaca Hari Ini: Cerah di Jakarta Pagi, Hujan Lebat di Jawa Barat & DIY, serta Potensi Badai di Sumatra Utara

PLN memastikan PLTU SLK telah kembali beroperasi dan mulai memasok daya ke sistem interkoneksi. Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, mengatakan PLTU SLK telah beroperasi dan berhasil sinkron dengan sistem interkoneksi sejak Rabu, 5 Agustus 2026.

Meskipun demikian, Gian menjelaskan pembangkit tersebut saat ini masih memasuki tahap pembebanan secara bertahap. Proses itu dilakukan untuk memastikan seluruh parameter operasi berada dalam kondisi siap sebelum beroperasi secara penuh.

PLN berharap dengan bertambahnya pasokan daya dari PLTU SLK, kondisi sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah dapat berangsur pulih sehingga pemadaman bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah bisa segera diminimalkan.

🔖 Baca juga:
Cuaca Indonesia Hari Ini: Hujan Mengguyur Sebagian Wilayah Jakarta dan Kota Besar Lainnya

Kondisi serupa juga terjadi di Filipina, di mana tingginya biaya listrik dan semakin murahnya harga panel surya mendorong lonjakan penggunaan energi matahari. Fenomena ini bahkan semakin cepat setelah konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan energi.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menambah tiga emiten ke dalam daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tertinggi atau high shareholding concentration (HSC). Hingga awal Agustus ini, total saham yang masuk dalam daftar itu mencapai 54 emiten.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemadaman bergilir telah menjadi isu yang cukup penting di Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Oleh karena itu, perbaikan PLTU Kalteng-1 dan upaya PLN untuk meminimalkan pemadaman bergilir merupakan langkah yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

🔖 Baca juga:
Purnawirawan Polri dan Peran Masyarakat dalam Menjaga Keadilan Sosial

Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas pembangkit listrik, serta memperbaiki infrastruktur transmisi dan distribusi listrik. Dengan demikian, diharapkan pemadaman bergilir dapat diminimalkan dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *