GemaWarta – 08 Agustus 2026 | Apple dilaporkan menghadapi kemungkinan kekurangan pasokan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max ketika model baru diluncurkan akhir tahun ini. Masalah ini disebabkan oleh kekurangan DRAM yang diperlukan untuk chip generasi berikutnya Apple.
Menurut laporan, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat pertama Apple akan menggunakan chip A20 Pro. Chip ini dilaporkan berbasis teknologi proses N2 dari TSMC. TSMC telah membuat kemajuan yang baik dalam volume produksi dan hasil chip. Namun, chip tersebut saat ini menunggu DRAM untuk dipaketkan bersama mereka.
Apple bekerja untuk mengamankan DRAM dari beberapa penyedia memori utama, termasuk Micron, SK Hynix, dan Samsung. Perusahaan juga menjelajahi penyedia dari Cina, termasuk CMXT, untuk meningkatkan pasokan yang tersedia.
Kekurangan DRAM dapat menciptakan keterlambatan saat Apple mempersiapkan untuk membawa model iPhone baru ke pasar. Waktu peluncuran bisa menjadi lebih sulit jika pasokan tetap ketat mendekati peluncuran.
Garansi iPhone 18 yang diharapkan Apple juga bisa memperburuk situasi. Perusahaan tersebut dirumorkan akan meluncurkan hanya model Pro di acara iPhone tahunan pada September. Ini berarti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan memimpin jajaran. Apple juga diharapkan untuk memperkenalkan iPhone lipat pertamanya, yang disebut iPhone Ultra.
Sementara itu, iPhone 18 standar bisa tiba pada awal 2027. Jika itu terjadi, lebih banyak pembeli mungkin beralih ke model Pro saat iPhone baru diluncurkan.
Apple dilaporkan yakin bahwa mereka dapat memenuhi permintaan pada peluncuran. Namun, perusahaan tersebut dikabarkan khawatir tentang waktu pengiriman untuk pesanan online. Jika pasokan tidak mencukupi, pelanggan bisa menghadapi waktu tunggu yang lebih lama.
Kemampuan Apple untuk mengamankan DRAM yang cukup akan memainkan peran penting dalam ketersediaan iPhone berikutnya.
Kesimpulan, Apple saat ini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan iPhone 18 Pro dan model lainnya karena kekurangan DRAM. Perusahaan harus bekerja keras untuk mengamankan pasokan yang cukup dan memastikan bahwa pelanggan dapat memperoleh produk yang mereka inginkan.



