Ekonomi

Dony Oskaria: Penurunan Bunga PNM Mekaar dan Tantangan Pengelolaan Utang Whoosh

×

Dony Oskaria: Penurunan Bunga PNM Mekaar dan Tantangan Pengelolaan Utang Whoosh

Share this article
Dony Oskaria: Penurunan Bunga PNM Mekaar dan Tantangan Pengelolaan Utang Whoosh
Dony Oskaria: Penurunan Bunga PNM Mekaar dan Tantangan Pengelolaan Utang Whoosh

GemaWarta – 13 Agustus 2026 | Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Danantara Indonesia, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah merampungkan persiapan kebijakan penurunan bunga pembiayaan menjadi delapan persen bagi nasabah PNM Mekaar. Kebijakan ini bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi sekitar 14 juta nasabah PNM Mekaar dan mendukung program prioritas presiden dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memimpin pembahasan percepatan implementasi kebijakan tersebut dalam pertemuan bersama Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan. Pertemuan itu membahas sejumlah langkah strategis untuk memastikan kebijakan penurunan bunga dapat segera diterapkan.

🔖 Baca juga:
Pasar Modal Indonesia Dapat Dampak Positif dari Pembentukan PT DSI

Dony Oskaria juga telah menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membahas persoalan dan keluhan masyarakat terkait LRT City. Ia meminta agar permasalahan dengan konsumen LRT City segera diselesaikan. BP BUMN dan Danantara meminta Adhi Karya untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan keluhan masyarakat, memperkuat komunikasi dengan penghuni dan pemangku kepentingan, serta memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara bertanggung jawab.

Di sisi lain, pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh senilai sekitar 7,26 miliar dolar AS atau setara Rp116 triliun telah dioper ke Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu). Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa telah memastikan bahwa pengelolaan utang Whoosh itu nantinya akan dilakukan melalui Special Mission Vehicle (SMV) yang ada di bawah Kemenkeu RI, sehingga tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

🔖 Baca juga:
Ekspor Indonesia Terancam, Pemerintah Siapkan Strategi Baru

Namun, analis kebijakan publik Agus Pambagio meyakini bahwa utang Whoosh nanti tetap akan dibayar dengan menggunakan APBN. Ia mempertanyakan apakah ada pos khusus untuk SMV tersebut. Dony Oskaria sendiri telah menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat akses pembiayaan masyarakat dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Dengan demikian, penurunan bunga PNM Mekaar dan pengelolaan utang Whoosh merupakan langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah untuk mendukung program prioritas presiden dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Namun, tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan tersebut perlu diselesaikan dengan cepat dan efektif.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Berdampak pada Pembelian Mobil dan Motor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *