GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, telah membenarkan bahwa TNI AD akan membentuk lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada tahun 2026. Namun, tanggal peresmian masih menunggu kepastian dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Menurut informasi yang diperoleh, lima Kodam baru tersebut akan berdiri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Pembentukan Kodam baru ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan pertahanan di wilayah tersebut.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menginginkan masing-masing provinsi memiliki satu kodam hingga 2029. Namun, rencana pembentukan lima Kodam baru ini dikritisi oleh masyarakat sipil, termasuk Imparsial, karena dinilai bertentangan dengan agenda reformasi TNI.
Imparsial menyatakan bahwa rencana penambahan lima Kodam baru bertentangan dengan UU TNI, khususnya penjelasan di Pasal 11 Ayat 2. Pasal tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan penggelaran kekuatan TNI harus dihindari bentuk-bentuk organisasi yang dapat menjadi peluang bagi kepentingan politik praktis dan pergelarannya tidak selalu mengikuti struktur administrasi pemerintahan.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak belum mengungkapkan secara pasti kapan peresmian lima Kodam baru tersebut akan dilaksanakan. Ia hanya menyatakan bahwa peresmian akan dilaksanakan pada 2026, tetapi tanggal pastinya masih menunggu keputusan dari Panglima TNI.
Sementara itu, TNI AD saat ini memiliki 21 Kodam dan bakal diperkuat hingga 38 Kodam hingga 2029. Pembentukan Kodam baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan di wilayah tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, TNI AD juga melakukan rotasi jabatan di beberapa Kodam. Sebanyak delapan perwira tinggi dan perwira menengah telah melaksanakan Acara Tradisi dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Balai Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyatakan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan sekaligus mendorong kemajuan satuan.
Kesimpulan, pembentukan lima Kodam baru pada 2026 merupakan langkah strategis TNI AD untuk meningkatkan keamanan dan pertahanan di wilayah tersebut. Namun, rencana ini masih memerlukan persetujuan dari Panglima TNI dan perlu dipantau secara ketat oleh masyarakat sipil untuk memastikan bahwa pembentukan Kodam baru ini tidak bertentangan dengan agenda reformasi TNI.











