GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, baru-baru ini bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Pertemuan itu membahas perkembangan investasi di sektor pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik.
Haji Isam merupakan pelaku usaha yang memiliki pengalaman di berbagai sektor tersebut. Ia dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group, yang bergerak di berbagai bidang usaha seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, biodiesel, logistik, pelayaran, dan transportasi udara.
Menurut Sekretariat Kabinet, pertemuan antara Haji Isam dan Seskab Teddy membahas sejumlah hal, mulai dari hilirisasi hingga usaha energi. Keduanya juga membahas mengenai perkembangan investasi di sektor pertambangan, agribisnis, dan logistik sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya pemerintah yang terus mendorong masuknya investasi agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Pemerintah juga berupaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja.
Sementara itu, di Kalimantan Utara, pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang hendak berobat ke RSUD Jusuf SK kini perlu lebih dulu memperhatikan jadwal dan kuota pelayanan melalui aplikasi Mobile JKN. Pendaftaran secara daring menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar RSUD Jusuf SK.
RSUD Jusuf SK menerapkan pendaftaran pasien JKN melalui Mobile JKN dengan kuota sesuai kapasitas tiap poliklinik. Pasien yang datang tanpa mendaftar atau ketika kuota penuh harus memilih jadwal pelayanan berikutnya. Selain pendaftaran, pasien perlu memperhatikan rujukan, jadwal kontrol, check-in APM, sidik jari, hingga akun Mobile JKN.
Pertemuan antara Haji Isam dan Seskab Teddy membuktikan bahwa pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif. Pemerintah juga berupaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja.
Kesimpulan dari pertemuan antara Haji Isam dan Seskab Teddy adalah bahwa pemerintah dan dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.











