GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Baru-baru ini, sebuah insiden kejar-kejaran antara dua kendaraan, yakni Toyota Rush dan Mitsubishi Xpander, terjadi di Jalan Tol Semarang-Batang. Insiden ini bermula saat pengemudi Toyota Rush merasa kendaraannya diikuti oleh Mitsubishi Xpander berwarna putih. Ketika tiba di Gerbang Tol (GT) Banyumanik, Mitsubishi Xpander diduga berupaya mengikuti tanpa melakukan transaksi pembayaran tol, sehingga terjadi benturan pada bagian belakang Toyota Rush.
Merasa dirugikan, pengemudi Toyota Rush lantas menguntit Mitsubishi Xpander yang terus melaju ke arah GT Kalikangkung. Petugas keamanan GT Banyumanik mendapatkan informasi mengenai insiden tersebut dan berupaya menghentikan kedua kendaraan untuk memastikan kondisi dan penanganan kejadian. Namun, kedua kendaraan tersebut tidak berhenti dan tetap melanjutkan perjalanan.
Insiden ini menuai perhatian dari PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) sebagai pengelola jalan tol. Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, menyampaikan bahwa kesigapan petugas dalam menangani setiap kejadian di jalan tol merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Dalam penanganan insiden tersebut, petugas telah melakukan penanganan sesuai prosedur untuk menjaga kondisi di sekitar gerbang tol tetap aman, serta layanan operasional tetap berjalan. PT JSB juga memastikan bahwa petugas di lapangan telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan berupaya menjaga kondisi di sekitar gerbang tol tetap aman.
Insiden kejar-kejaran ini menjadi peringatan bagi pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mengikuti aturan lalu lintas. Selain itu, insiden ini juga menunjukkan pentingnya kesigapan petugas dalam menangani setiap kejadian di jalan tol untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Kronologi insiden kejar-kejaran di Jalan Tol Semarang-Batang ini menjadi contoh bahwa keamanan dan keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama. Dengan demikian, diharapkan pengguna jalan dapat lebih berhati-hati dan mengikuti aturan lalu lintas untuk menghindari insiden serupa di masa depan.







