GemaWarta – 26 April 2026 | Di laga pekan ini, De Kuip menjadi saksi atas dominasi Feyenoord yang menundukkan FC Groningen dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting, namun juga memperkuat posisi Rotterdam dalam perebutan tiket Liga Champions, yang kini berada di ambang tempat kedua klasemen Eredivisie.
Pembukaan pertandingan diwarnai aksi cepat Jordan Bos yang memanfaatkan umpan balik dari Luciano Valente. Dalam menit ke-11, Bos menembakkan bola dari luar kotak penalti dengan akurasi tinggi, mengalahkan kiper Etienne Vaessen dan memberikan Feyenoord keunggulan awal. Sekitar sepuluh menit kemudian, striker Jepang Ayase Ueda menambah keunggulan lewat tendangan penalti, mencatatkan gol ke-24nya di kompetisi ini. Ueda kemudian menutup skor kedua pada babak pertama dengan serangan balasan setelah pertahanan Groningen terdesak.
Groningen sempat mengurangi selisih lewat gol dari Thom van Bergen pada menit ke-84, namun selisih tiga gol sudah cukup besar untuk menahan dorongan mereka. Gol ketiga Feyenoord dicetak oleh Oussama Targhalline, yang memanfaatkan peluang dari umpan silang dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang lawan.
Di balik hasil akhir, terdapat beberapa faktor taktis yang patut disorot. Pelatih Robin van Persie, yang baru menjabat sebagai manajer kepala, menegaskan pentingnya pendekatan mental bagi para pemain menjelang sisa tiga pertandingan terakhir. Ia mengungkapkan bahwa metode pelatihan timnya terinspirasi oleh contoh kolega di luar negeri, termasuk Mikel Arteta, dengan menekankan penggunaan visualisasi suara lawan sebagai stimulasi mental.
Penampilan Gernot Trauner juga menjadi sorotan. Setelah pulih dari cedera Achilles yang menahan debutnya selama lebih dari setahun, Trauner kembali masuk ke lini belakang pada menit ke-45. Kehadiran bek Austria tersebut memberikan kestabilan tambahan pada lini pertahanan, yang terbukti penting ketika Groningen berusaha menekan pada fase akhir.
Selain itu, debutan termuda dalam sejarah Feyenoord, Ilai Grootfaam, muncul pada menit ke-70 sebagai pengganti Thijs Kraaijeveld. Pada usia 16 tahun dan 41 hari, ia mencatatkan rekor baru, menggantikan Antoni Milambo yang sebelumnya memegang catatan tersebut.
Hasil ini menempatkan Feyenoord selangkah lebih dekat kepada posisi kedua, hanya terpisah oleh tiga poin dari FC Twente yang akan bertanding melawan NEC pada akhir pekan. Sementara itu, NEC dan Ajax masih berada dalam persaingan ketat untuk mengamankan slot Liga Champions.
Secara statistik, Feyenoord mencatat kepemilikan bola sebesar 58%, dengan 12 tembakan ke arah gawang, dibandingkan dengan 6 tembakan dari Groningen. Akurasi tembakan mereka mencapai 75%, memperlihatkan efisiensi serangan yang tinggi.
Dengan performa ini, harapan besar mengalir ke arah para pendukung Rotterdam. Jika Feyenoord mampu mempertahankan konsistensi, terutama dalam mengatasi tekanan dari Twente dan pertandingan terakhir melawan Ajax, peluang mereka untuk meraih tiket Liga Champions menjadi semakin nyata.
Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Van Persie menegaskan bahwa setiap pertandingan berikutnya harus diperlakukan dengan profesionalisme penuh, mengingat tekanan kompetitif yang meningkat. Metode latihan yang unik, termasuk penggunaan rekaman suara lawan, diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mental pemain menjelang laga krusial.
Keseluruhan, kemenangan 3-1 atas Groningen menegaskan bahwa Feyenoord kembali berada di jalur yang tepat untuk mengukir sejarah musim ini, sekaligus menambah kepercayaan diri tim dalam menghadapi tantangan akhir kompetisi.











