OLAHRAGA

Francisco Rivera Muasabah Diri Usai Persebaya Surabaya Gagal Maksimalkan 4 Tembakan

×

Francisco Rivera Muasabah Diri Usai Persebaya Surabaya Gagal Maksimalkan 4 Tembakan

Share this article
Francisco Rivera Muasabah Diri Usai Persebaya Surabaya Gagal Maksimalkan 4 Tembakan
Francisco Rivera Muasabah Diri Usai Persebaya Surabaya Gagal Maksimalkan 4 Tembakan

GemaWarta – 20 April 2026 | Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan pahit 1-2 saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (17/4/2026). Meskipun tim tuan rumah menguasai bola sebesar 71 persen dan menciptakan empat peluang tembakan, gol akhir tetap tidak kunjung datang. Sorotan utama beralih ke gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera, yang secara terbuka mengungkap kekecewaannya dan melakukan muhasabah diri pasca laga.

Menurut Rivera, Persebaya sudah melaksanakan instruksi pelatih dengan baik, namun eksekusi di depan gawang masih jauh dari standar yang diharapkan. “Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujarnya dalam konferensi pers singkat. Pernyataan tersebut mencerminkan rasa frustrasi yang dirasakan seluruh skuad setelah dominasi tidak berbuah kemenangan.

🔖 Baca juga:
Drama Sepak Bola, Target Futsal Dunia, dan Tragedi Helikopter di Kalimantan: Semua yang Perlu Anda Tahu

Statistik individu menunjukkan peran penting Rivera dalam menggerakkan serangan. Ia mencatat 84 menit bermain, melakukan lima umpan terobosan, dua kali menembak ke arah gawang, serta mencatat satu assist yang sayangnya tidak berujung gol. Sementara Riyan Ardiansyah menjadi satu-satunya pencetak gol Persebaya pada menit ke-82, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

  • Penguasaan bola: 71%
  • Jumlah tembakan: 4 (semua diblokir atau meleset)
  • Gol Madura United: 2 (menit 27 & 69)
  • Gol Persebaya: 1 (menit 82)

Lawan, Madura United, menampilkan taktik bertahan terorganisir dan menyerang balik dengan cepat. Rivera menjelaskan bahwa lawan sudah diprediksi akan menerapkan strategi defensif total, sehingga Persebaya harus lebih tajam dalam memanfaatkan setiap peluang. “Kami tahu mereka akan menunggu kesempatan, namun kami gagal mengkonversi peluang yang ada,” katanya.

🔖 Baca juga:
Transformasi Rahmat: Dari Winger ke Striker, Kini Menjadi Momok Persib di GBLA

Keempat tembakan yang dilepaskan oleh Green Force (sebutan pendukung Persebaya) tidak menghasilkan gol karena beberapa faktor: posisi penyerang yang belum optimal, kurangnya koordinasi antara gelandang dan penyerang, serta pertahanan kiper Madura United yang tampil solid. Rivera menambahkan bahwa latihan penyelesaian akhir menjadi prioritas utama menjelang pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Setelah pertandingan, suasana ruang ganti juga tampak tegang. Rivera menyebut ruang ganti terasa “berat” karena tekanan ekspektasi dari Bonek dan Bonita. Namun, ia menegaskan komitmen pribadi untuk memperbaiki performa dan membantu tim menemukan ritme yang tepat. “Saya pribadi akan bekerja lebih keras di latihan, memperbaiki akurasi tembakan, dan membantu rekan-rekan meningkatkan kepercayaan diri di depan gawang,” tuturnya.

🔖 Baca juga:
Flavio Silva Bersinar di Kaizer Chiefs, Persebaya Surabaya Terpuruk: Drama Lini Depan Green Force Mengguncang Liga

Melihat ke depan, pelatih Persebaya diharapkan mengkaji kembali taktik serangan, terutama dalam hal penempatan striker dan pergerakan bola masuk ke kotak penalti. Jika Persebaya dapat mempertahankan penguasaan bola dan meningkatkan efektivitas finishing, mereka berpotensi kembali bersaing di papan atas klasemen Liga 1. Namun, hingga saat ini, kekalahan melawan Madura United menjadi catatan pahit yang harus dijadikan pelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *