GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Indonesia menyatakan dukungannya terhadap seruan Konferensi Perlucutan Senjata agar negara-negara dengan senjata nuklir mematuhi prinsip untuk menyampaikan pemberitahuan sebelum melakukan uji coba rudal balistik dan senjata sejenisnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan bahwa Indonesia mendukung adanya inisiatif yang mendesak notifikasi awal, karena hal itu mendorong transparansi dan upaya confidence building. Indonesia menilai penyampaian notifikasi sebelum uji coba rudal balistik dapat mengurangi risiko salah persepsi dan miskalkulasi, terlebih karena uji coba tersebut melibatkan senjata-senjata berukuran besar yang mematikan.
Sebanyak 41 negara menerbitkan pernyataan bersama untuk mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir untuk mematuhi protokol notifikasi sekurang-kurangnya 24 jam sebelum melakukan uji coba rudal balistik jarak jauh dan senjata sejenisnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss.
China baru-baru ini melakukan uji coba rudal strategis dari kapal selam nuklir, yang menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas dan keamanan maritim global. Indonesia berharap agar upaya meningkatkan transparansi uji coba senjata tersebut menjadi bagian dari tujuan bersama untuk menghentikan perlombaan senjata nuklir.
Langkah tersebut, kata Vahd Nabyl A. Mulachela, juga harus berujung pada komitmen negara-negara pemilik senjata nuklir agar memenuhi komitmen dan kewajiban mereka dalam melakukan pelucutan senjata. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko konflik dan meningkatkan keamanan global.
Indonesia berharap bahwa seruan notifikasi sebelum uji coba rudal balistik dapat menjadi langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan di antara negara-negara, serta mengurangi risiko konflik dan meningkatkan keamanan global.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia akan terus mendukung upaya-upaya internasional untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan di antara negara-negara. Indonesia juga akan terus berpartisipasi dalam berbagai forum internasional untuk membahas isu-isu keamanan global, termasuk isu rudal balistik dan senjata nuklir.









