GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Persib Bandung telah bebas dari sanksi FIFA Registration Ban setelah menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada mantan pelatih, Robert Rene Alberts. Klub ini sebelumnya mendapatkan sanksi pada 29 Mei 2026, namun berhasil menyelesaikan masalah tersebut pada 23 Juli. Namun, Persib kembali masuk dalam daftar hitam FIFA pada 10 Agustus, hanya 21 hari sebelum kompetisi musim baru dimulai.
Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA, manajemen Persib langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pencabutan sanksi ini dilakukan setelah Persib menyelesaikan kewajiban pembayaran yang menjadi dasar perkara tersebut.
Keputusan ini mengakhiri persoalan hukum yang melibatkan mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts, yang berakar dari kasus pada 2022. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa pencabutan sanksi ini dilakukan setelah manajemen menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara tersebut.
Persib Bandung kini dapat mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Klub berharap tidak ada lagi persoalan tersebut yang mengganggu persiapan tim.
Menurut Robert Rene Alberts, persoalan tersebut bermula dari kontraknya bersama Persib yang ditandatangani pada 2021 dan sebenarnya berlaku hingga Mei 2025. Dia menegaskan, bahwa dirinya tidak dipecat Persib, melainkan mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala.
FIFA juga meminta PSSI mencabut larangan pendaftaran pemain baru oleh Persib. Dengan pencabutan sanksi secara permanen, Persib kini dapat fokus pada persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
Klub lain seperti PSIS Semarang dan Semen Padang juga pernah mendapatkan sanksi, namun berhasil menyelesaikan masalah tersebut. Persoalan sanksi FIFA ini menjadi perhatian serius bagi klub-klub sepak bola di Indonesia, terutama dalam menjelang kompetisi musim baru.











