Ekonomi

Destry Damayanti Siap Jadi Gubernur Bank Indonesia, Simak Ulasan Pakar dan Tantangan yang Dihadapi

×

Destry Damayanti Siap Jadi Gubernur Bank Indonesia, Simak Ulasan Pakar dan Tantangan yang Dihadapi

Share this article
Destry Damayanti Siap Jadi Gubernur Bank Indonesia, Simak Ulasan Pakar dan Tantangan yang Dihadapi
Destry Damayanti Siap Jadi Gubernur Bank Indonesia, Simak Ulasan Pakar dan Tantangan yang Dihadapi

GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat respons positif dari pasar. Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis serta Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Rosdiana Sijabat, melihat perkembangan tersebut sebagai sinyal positif terhadap sosok yang dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memimpin bank sentral.

Menurut Prof. Rosdiana, respons cepat pasar terlihat positif dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah secara tipis, dan pergerakan transaksi saham di pasar modal ke zona hijau. Respons positif ini tidak terlepas dari pengalaman Destry yang dinilai cukup lengkap untuk menjawab kebutuhan kepemimpinan Bank Indonesia saat ini.

🔖 Baca juga:
IHSG Ambles, Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun dan Kebijakan Ekspor Sumber Daya Alam Indonesia

Pengalaman Destry di Bank Indonesia, sektor keuangan dan perbankan, serta peneliti di perguruan tinggi hingga LPS, membuatnya memiliki kombinasi pengalaman yang penting. Kombinasi ini penting karena Gubernur BI bukan hanya dituntut mampu mengelola kebijakan moneter, tetapi juga ekspektasi pasar dan koordinasi dengan pemerintah.

Kedekatan Destry dengan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut menjadi perhatian, mengingat besarnya peran UMKM dalam struktur pelaku usaha di Indonesia dan potensi respons positif dari kalangan pelaku usaha.

Lebih jauh, Prof. Rosdiana menilai ekspektasi pasar menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses pergantian kepemimpinan BI. Tantangan Bank Indonesia ke depan bukan hanya bagaimana mengendalikan nilai tukar dan inflasi, tetapi juga bagaimana memastikan independensi dan kredibilitas kebijakan tetap terjaga.

Pencalonan Destry, menurut Prof. Rosdiana, menjadi langkah strategis dalam menjaga kepercayaan pasar di tengah perlambatan ekonomi global, sementara Gubernur BI mendatang akan menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi sekaligus merespons dinamika ekonomi global yang masih belum sepenuhnya menguntungkan bagi Indonesia.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Turun Signifikan, Terendah Sejak Maret 2026

Ekonom dan Guru Besar FEB UI, Telisa Aulia Falianti, menilai Gubernur BI yang baru nanti perlu membuat inovasi kebijakan dalam menghadapi ketidakpastian global yang berasal dari kondisi geopolitik dan perubahan kepemimpinan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.

Menurut Telisa, Gubernur The Fed yang baru, Kevin Warsh, memiliki pendekatan kebijakan yang berbeda dengan Jerome Powell. Karena itu, penting menghadirkan sosok yang dipandang pasar mampu menjaga independensi Bank Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI. Selain Destry, Prabowo juga mengusulkan tiga nama lainnya untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI.

Usulan tersebut disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Surpres tersebut memuat empat nama calon pejabat BI.

🔖 Baca juga:
Nikkei dan Kospi Catat Rekor Tertinggi karena Perang AS-Iran Mereda

Untuk posisi Deputi Gubernur Senior BI, pemerintah mengusulkan Aida S. Budiman. Sementara itu, dua nama yang diajukan sebagai calon Deputi Gubernur BI ialah Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori.

Puan mengatakan DPR akan mulai memproses usulan tersebut setelah masa persidangan dibuka pada 14 Agustus 2026. Dengan demikian, proses pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI akan segera dimulai.

Kesimpulan dari pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI adalah bahwa ia memiliki pengalaman dan kapasitas yang lengkap untuk memimpin bank sentral. Ia juga memiliki kedekatan dengan sektor UMKM dan dipandang pasar mampu menjaga independensi Bank Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *