GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Polres Lebak baru-baru ini menangani kasus kematian seorang wanita yang ditemukan meninggal di Sungai Cikupa. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten menemukan jenazah Kholisah (34) warga Tambakbaya, Kabupaten Lebak, yang tenggelam di Sungai Cikupa. Kasus ini terjadi setelah adanya laporan kondisi membahayakan manusia berupa satu orang tenggelam di Sungai Cikupa pada Kamis pukul 19.10 WIB.
Tim SAR Banten berkoordinasi dengan SAR Lebak, BPBD, TNI, Polri, Relawan, dan masyarakat melakukan pencarian korban. Pada pukul 21.46 WIB, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di sekitar titik lokasi korban dilaporkan tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) dan dievakuasi ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, di wilayah Lebak juga terjadi pembangunan jembatan yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lebak, Banten. Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memperlancar akses mobilitas dan kegiatan masyarakat desa setempat dengan desa sekitarnya.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa pihaknya telah mengerjakan 3.008 titik jembatan. Pembangunan jembatan ini merupakan kerja gotong royong antara pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja KSAD dan Kapolri beserta jajarannya atas kerja gotong royong pembangunan ribuan jembatan.
Di sisi lain, Polda Sumatera Selatan juga menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hingga 9 Agustus 2026, aparat kepolisian telah menangani sembilan kasus karhutla dengan total sembilan tersangka. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 18 hektare. Sebagian besar pelaku sengaja membakar lahan untuk membuka area perkebunan karena dianggap lebih cepat, mudah, dan murah.
Kasus karhutla tersebar di enam wilayah, yakni Musi Rawas, Ogan Komering Ilir (OKI), PALI, Muara Enim, OKU Selatan, dan Lahat. Polres Musi Rawas menjadi wilayah dengan penanganan perkara terbanyak, sementara Polres OKI dan Polres PALI masing-masing menangani dua kasus.
Dalam beberapa kasus, motif utama para pelaku adalah membuka lahan untuk persiapan penanaman komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit dan kopi. Mereka beranggapan bahwa pembakaran merupakan cara yang paling efektif sekaligus dapat menyuburkan tanah.
Kesimpulan, Polres Lebak menangani kasus kematian wanita di Sungai Cikupa dan pembangunan jembatan yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memperlancar akses mobilitas dan kegiatan masyarakat desa setempat dengan desa sekitarnya. Sementara itu, Polda Sumatera Selatan menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.









