GemaWarta – 17 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan dampak yang signifikan pada infrastruktur dan masyarakat setempat. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan pascagempa.
Menurut laporan terbaru, sebanyak 2.723 gardu dari total 3.478 gardu terdampak telah kembali beroperasi dan menyalurkan listrik kepada sekitar 441 ribu pelanggan. Seluruh 11 Gardu Induk (GI) yang terdampak juga telah berhasil dinormalkan dan kembali beroperasi.
Keberhasilan pemulihan transmisi dan gardu induk menjadi kunci PLN dalam mempercepat pemulihan pasokan listrik ke berbagai fasilitas publik yang krusial, seperti bandar udara dan fasilitas layanan kesehatan. Salah satunya adalah RSUD Bajawa yang telah dipastikan mendapatkan pasokan listrik secara andal guna mendukung penanganan medis korban gempa dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, gempa susulan terus terjadi, dengan total 341 gempa susulan yang telah tercatat. Jumlah korban meninggal juga terus bertambah, dengan total 47 orang. Lebih dari 5.000 warga telah mengungsi ke pengungsian, dengan konsentrasi pengungsi terbesar di Kabupaten Sikka.
Pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya untuk memulihkan infrastruktur dan membantu korban gempa. Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian menjadi salah satu prioritas penanganan darurat.
Di tengah upaya pemulihan, masyarakat juga mempersiapkan diri untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Teks doa upacara 17 Agustus 2026 telah dirilis, yang memuat ungkapan syukur atas kemerdekaan serta penghormatan kepada jasa para pahlawan.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, menghargai jasa para pejuang, serta memperkuat komitmen untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat.











