GemaWarta – 17 Agustus 2026 | Konflik Israel–Palestina kembali memanas setelah warga Qusra, Palestina, dikepung oleh penduduk permukiman Israel dan tentara. Blokade yang memasuki minggu kedua ini menyebabkan 15 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terjebak tanpa akses air, listrik, dan makanan. PBB melaporkan bahwa warga terjebak dalam rumah mereka dengan kondisi yang mengerikan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Situasi ini semakin parah ketika konvoi bantuan UNICEF dihalangi oleh tentara Israel, sehingga bantuan air dan makanan tidak dapat diselesaikan. Pembangunan utilitas juga terhambat karena serangan penduduk permukiman terhadap pekerja munisipal.
Walikota Qusra, Abdel Azim Wadi, menyatakan bahwa situasi ini sangat tidak manusiawi dan bahwa warga Qusra mengalami kesulitan besar. Ia menekankan pentingnya hak asasi manusia dan hak-hak anak.
Sementara itu, di tempat lain, negara-negara Arab, Turki, dan Pakistan mengutuk penolakan Israel terhadap rencana perdamaian Gaza yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Mereka khawatir bahwa penolakan ini akan melemahkan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Iran juga mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan tekanan terhadap lawan-lawannya. Parlemen Iran mengesahkan undang-undang yang melarang warga Iran melakukan wawancara dengan media asing yang dianggap ‘musuh’. Pelanggaran dapat dikenakan hukuman penjara hingga dua tahun.
Konflik di Timur Tengah semakin kompleks dan berpotensi membahayakan stabilitas regional. Upaya diplomatik dan bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis ini.











