Daerah

Babinsa Dorong Peningkatan Ekonomi Warga lewat Pendampingan Pertanian di Aceh

×

Babinsa Dorong Peningkatan Ekonomi Warga lewat Pendampingan Pertanian di Aceh

Share this article
Babinsa Dorong Peningkatan Ekonomi Warga lewat Pendampingan Pertanian di Aceh
Babinsa Dorong Peningkatan Ekonomi Warga lewat Pendampingan Pertanian di Aceh

GemaWarta – 26 April 2026 | Babinsa Koramil 03/Sungai Sembilan, Iwan Sahputra, turun langsung ke lahan warga di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Sungai Sembilan, Aceh pada Kamis, 23 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pendampingan pertanian yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di wilayah tersebut.

Setelah mempelajari kebutuhan petani lokal, tim Babinsa membantu pengelolaan tanaman serai, kangkung, dan timun yang dibudidayakan di pekarangan warga Jalan Pribumi RT 01. Pendekatan yang diambil bersifat praktis: memberikan arahan teknis, memperkenalkan teknik irigasi hemat air, serta meninjau kualitas pupuk organik yang tersedia. Selama tiga jam kegiatan, para petani mendapatkan pelatihan singkat tentang penyiapan media tanam, pemupukan tepat waktu, serta cara memanen yang dapat meminimalkan kerusakan buah.

🔖 Baca juga:
Bentrok Walenrang Ganggu Panen, Harga Gabah Anjlok dalam Dua Hari

Berikut adalah langkah‑langkah utama yang diterapkan dalam pendampingan pertanian tersebut:

  • Mengidentifikasi lahan yang potensial dan kondisi tanah secara cepat.
  • Memberikan rekomendasi varietas tanaman yang tahan terhadap hama lokal.
  • Menunjukkan teknik penanaman baris rapat untuk memaksimalkan penggunaan ruang.
  • Mengajarkan pemupukan berbasis kompos rumah tangga.
  • Mengawasi penyiraman dengan metode tetes untuk mengurangi pemborosan air.

Hasil awal menunjukkan peningkatan pertumbuhan tanaman, khususnya pada serai yang menunjukkan warna hijau lebih pekat dan daun kangkung yang lebih lebat. Petani menyatakan harapan bahwa dengan hasil yang lebih optimal, pendapatan keluarga dapat meningkat secara signifikan. Seorang warga, Budi Rahman, menyampaikan, “Sebelum ini kami masih mengandalkan hasil yang fluktuatif. Dengan bimbingan Babinsa, kami yakin dapat menambah pemasukan rumah tangga.”

Selain aspek teknis, Babinsa juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan. Selama penyuluhan, tim menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Penjelasan mencakup dampak negatif kebakaran pada kualitas udara, degradasi tanah, serta konsekuensi hukum yang dapat dijatuhkan kepada pelaku. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan memiliki konsekuensi hukum,” ujar Iwan Sahputra.

🔖 Baca juga:
Wali Kota Bandung Gencar Gerakkan Ekonomi, Atasi Pengangguran dan Krisis Energi dengan Inovasi Baru

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif. Warga melaporkan rasa terbantu dan termotivasi untuk mengembangkan potensi pertanian mereka secara berkelanjutan. Kegiatan berjalan dalam kondisi aman dan kondusif, cuaca cerah, serta tidak ada kendala teknis yang signifikan. Babinsa menegaskan komitmen untuk melanjutkan program serupa di desa‑desa tetangga, dengan harapan menciptakan jaringan pertanian yang lebih terintegrasi.

Program pendampingan pertanian ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah daerah yang menargetkan peningkatan produksi pertanian sebesar 15 % pada akhir tahun 2026. Dengan melibatkan aparat keamanan seperti Babinsa, diharapkan sinergi antar‑instansi dapat mempercepat pencapaian target tersebut. Pendekatan berbasis lapangan ini memberikan contoh nyata tentang bagaimana peran militer dapat melampaui tugas tradisional, berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal.

Ke depan, tim Babinsa berencana mengadakan workshop lanjutan yang membahas pemasaran hasil pertanian, termasuk cara memanfaatkan platform digital untuk menjual produk secara langsung kepada konsumen. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka jalur pendapatan baru bagi petani, mengurangi ketergantungan pada perantara, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian Aceh.

🔖 Baca juga:
Benda Diduga Torpedo Panjang 2 Meter Ditemukan di Pantai Pulau Kangean, Sumenep: Polisi Amankan Lokasi

Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan pertanian yang dilakukan oleh Babinsa di Aceh tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan memperkuat ikatan sosial antara aparat keamanan dan masyarakat. Upaya ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *