GemaWarta – 07 Mei 2026 | Pekanbaru, Riau – Pada Senin pagi, sebuah kecelakaan fatal terjadi di jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) dekat kawasan perbatasan Pekanbaru. Seorang pengendara motor yang melaju melawan arus ditabrak dari belakang oleh sebuah truk Fuso berkapasitas besar, menewaskan pengendara sekaligus penumpangnya, seorang ibu rumah tangga dan balita berusia dua tahun.
Menurut keterangan Kepala Seksi Gakkum Satlantas Polres Riau, AKP Fony Salimubun, insiden terjadi sekitar pukul 06.55 WIB di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, yang merupakan bagian dari jaringan Jalinsum yang menghubungkan Pekanbaru dengan Lampung. Truk yang dikemudikan oleh seorang sopir berusia 31 tahun melaju dari arah yang sama dengan motor, namun jarak aman tidak terjaga sehingga truk menabrak bagian belakang motor secara keras.
Akibat benturan, korban pertama, seorang ibu rumah tangga bernama NO (33), mengalami luka berat pada kepala dan lengan. Balita yang dibonceng, JI (2), mengalami pendarahan serius di kaki serta cedera internal. Kedua korban langsung dinyatakan meninggal dunia di tempat oleh tim medis yang tiba segera setelah laporan diterima.
- 06:40 WIB – Motor melaju dari arah Blambangan Pagar menuju Simpang Propau.
- 06:55 WIB – Truk Fuso menyalip terlalu dekat dan menabrak motor.
- 06:57 WIB – Tim SAR tiba, korban dievakuasi namun dinyatakan meninggal.
- 07:15 WIB – Polisi membuka penyelidikan awal, mengumpulkan rekaman CCTV dan saksi mata.
Petugas menemukan jejak rem pada aspal yang menandakan upaya pengereman mendadak dari truk. Selain itu, rekaman kamera lalu lintas menunjukkan bahwa motor melaju melawan arus, menambah kompleksitas penyebab kecelakaan. Sebagai langkah preventif, pihak kepolisian segera menutup sementara jalur tersebut untuk melakukan pembersihan dan menandai zona bahaya.
Polres Riau mengumumkan bahwa akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan truk serta riwayat kesehatan sopir. Sementara itu, keluarga korban dijanjikan bantuan administratif dan psikologis oleh Dinas Sosial setempat.
Kasus ini mengingatkan kembali pentingnya disiplin berkendara, khususnya di jalur-jalur utama yang padat seperti Jalinsum. Penegakan hukum terhadap pelanggaran arus lalu lintas telah menjadi prioritas, mengingat beberapa kecelakaan serupa terjadi dalam beberapa minggu terakhir, termasuk insiden bus ALS yang menabrak truk tangki di Muratara, Sumsel, menewaskan 16 orang.
Pengendara motor yang melanggar aturan arus tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menimbulkan risiko fatal bagi pengguna jalan lain. Polisi menekankan pentingnya menjaga jarak aman, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta menghindari perilaku melawan arus, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Investigasi masih berlangsung, dan hasil akhir akan diumumkan dalam rapat pers minggu depan. Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap pelanggaran yang mereka saksikan demi meningkatkan keselamatan di jalan raya.









