GemaWarta – 27 April 2026 | Senin (27/4/2026) malam, Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi kebangkitan Bali United di laga pekan ke-30 Super League 2025/2026. Dipandu oleh pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, tim asuhnya menampilkan permainan yang terorganisir, menekan lawan sejak menit pertama, dan berhasil mengamankan tiga poin penting melawan PSM Makassar.
Jumat menjelang pertandingan, Jansen menggelar sesi latihan intensif di training center. Ia menekankan agar para pemain tidak lengah menjelang lima laga tersisa musim. “Fokus harus tetap pada setiap pertandingan, jangan ada ruang bagi complacency,” tegasnya kepada tim receveur dan staf teknis. Peringatan keras itu terbukti berbuah manis pada malam pertandingan.
Secara taktis, Jansen mengusung pola 4-3-3 yang menekankan pressing tinggi, lebar sayap, dan kontrol tengah yang solid. Berikut beberapa poin kunci yang diimplementasikan:
- Pressing agresif pada lini belakang PSM untuk memaksa kesalahan.
- Penggunaan sayap kanan oleh Diego Campos dan sayap kiri oleh Ilija Spasojevic untuk membuka ruang.
- Midfield tiga orang berperan sebagai penyalur bola dan penutup ruang, dengan Evan Dimas sebagai pengatur ritme.
- Transisi cepat dari pertahanan ke serangan, memanfaatkan kecepatan striker utama, Ilija.
Dominasi Bali United tampak jelas sejak menit ke-10, ketika Diego Campos berhasil menembus pertahanan PSM dan mengirimkan umpan silang berbahaya. Pada menit ke-22, Ilija memanfaatkan bola mati tersebut dan mencetak gol pembuka. Gol kedua datang pada menit ke-38 melalui tendangan jarak jauh Evan Dimas yang melesat masuk ke sudut atas gawang.
Kemenangan 2-0 itu tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga mengangkat Bali United dari peringkat kedelapan ke posisi keenam dengan total 45 poin, menyamakan poin dengan Persebaya Surabaya. Poin ekstra itu menutup jarak dua poin dari Dewa United, yang berada di urutan kelima.
Usai pertandingan, Jansen memuji ketenangan pemainnya. “Saya sangat puas dengan mental tim. Kami mampu mengeksekusi rencana taktik tanpa keraguan, dan itu yang membuat kami mendominasi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kita masih memiliki lima laga lagi, jadi fokus tetap pada konsistensi dan memperbaiki detail kecil agar bisa menembus lima besar.”
Ke depan, Bali United harus mengatasi tantangan dari tim-tim papan atas seperti Persib Bandung dan PSM Makassar lagi. Jansen menegaskan pentingnya menjaga momentum positif, menekankan bahwa setiap laga harus diperlakukan sebagai peluang emas untuk memperbaiki posisi klasemen.
Dengan taktik yang terbukti efektif, kedisiplinan pemain, dan arahan jelas dari Johnny Jansen, Bali United kini berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target ambisiusnya. Jika performa serupa dipertahankan, peluang besar bagi tim Gianyar untuk menempati posisi lima besar pada akhir musim semakin terbuka.











