GemaWarta – 27 April 2026 | Pertandingan yang menjadi sorotan utama pekan ke-34 Super League 2026 menyajikan drama tak terlupakan ketika Sion menjatuhkan FC Basel 2-0 di St. Jakob-Park. Dalam laga yang disebut Sion vs Basel, striker muda Kosovan Rilind Nivokazi membuka skor pada menit ke-24, menandai gol ke-13nya musim ini setelah bergabung dari Bellinzona. Gol tersebut menandai kemenangan pertama Sion di kandang Basel sejak kompetisi ini dimulai, sekaligus menorehkan sejarah bagi klub Valais.
Setelah jeda, Josias Lukembila menambah keunggulan Sion pada menit ke-46 dengan tembakan keras dari jarak 16 meter yang menembus kiper Basel, Marwin Hitz. Upaya Basel untuk kembali ke papan skor terhenti ketika penyerang asal Jerman, Moritz Broschinski, gagal mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-71, memperpanjang keunggulan Sion menjadi 2-0.
Kemenangan ini membawa Sion menyalip FC Basel dalam klasemen, mengakhiri dominasi tuan rumah yang selama hampir tiga dekade tidak pernah mengalami kekalahan di kandang melawan Sion. Kekalahan ini juga menambah tekanan pada skuad Basel yang harus bermain tanpa Xherdan Shaqiri akibat cedera, serta menyoroti kerentanan pertahanan mereka yang baru saja terlihat pada laga lain di pekan yang sama.
Di samping kemenangan Sion, pekan ke-34 juga menyaksikan Servette mengalahkan Winterthur dengan skor 5-3 dalam pertandingan yang penuh gol di Geneva. Servette menampilkan serangan brutal, dipimpin oleh Miroslav Stevanovic yang mencetak dua gol, sementara Winterthur berjuang keras untuk menghindari degradasi. Hasil Servette menambah gambaran tentang kompetisi ketat di liga, di mana setiap poin menjadi krusial menjelang akhir musim.
- Pencetak gol Sion: Rilind Nivokazi (24′), Josias Lukembila (46′)
- Penalti yang gagal: Moritz Broschinski (71′)
- Pelatih Sion: Didier Tholot (menjabat sejak 2023, sebelumnya mencetak gol pada tahun 1997)
- Kondisi Basel: Tanpa Xherdan Shaqiri, kekalahan pertama di kandang melawan Sion dalam hampir 30 tahun
Pelatih Didier Tholot, yang memimpin Sion sejak 2023, berhasil memotivasi timnya untuk menembus batas historis. Tholot sebelumnya pernah mencetak gol penting pada Agustus 1997 dalam pertandingan NLA melawan tim di tepi Rhein, dan kini kembali menorehkan momen bersejarah melalui kemenangan timnya di Basel.
Dengan tiga kemenangan beruntun, Sion kini berada di posisi yang lebih menguntungkan menjelang sisa pertandingan. Sementara itu, Basel harus mencari cara mengembalikan kepercayaan diri, terutama setelah kekalahan yang memperlihatkan masalah di lini serang dan pertahanan. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian penting bagi kedua klub dalam memperjuangkan tempat mereka di papan atas klasemen.
Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan betapa kompetitifnya Super League 2026, di mana kejutan seperti Sion vs Basel dapat mengubah dinamika liga dalam sekejap. Bagi para pendukung, kisah kemenangan Sion di St. Jakob-Park akan tetap dikenang sebagai salah satu momen paling menakjubkan dalam sejarah sepak bola Swiss.











