OLAHRAGA

Derbi Aragonia Pecah: Kiper Real Zaragoza Esteban Andrada Pukuli Kapten Huesca, Brawl Massal Mengguncang Liga Spanyol

×

Derbi Aragonia Pecah: Kiper Real Zaragoza Esteban Andrada Pukuli Kapten Huesca, Brawl Massal Mengguncang Liga Spanyol

Share this article
Derbi Aragonia Pecah: Kiper Real Zaragoza Esteban Andrada Pukuli Kapten Huesca, Brawl Massal Mengguncang Liga Spanyol
Derbi Aragonia Pecah: Kiper Real Zaragoza Esteban Andrada Pukuli Kapten Huesca, Brawl Massal Mengguncang Liga Spanyol

GemaWarta – 27 April 2026 | Derbi kasta dua antara Real Zaragoza dan SD Huesca pada Minggu sore berujung pada insiden tak terduga yang melibatkan kiper Argentina, Esteban Andrada. Dalam tambahan waktu pertandingan, Andrada menerima kartu kuning kedua setelah menolak pemain lawan di pinggir lapangan. Saat wasit menyiapkan kartu merah, Andrada melesat kembali ke area lawan, meninju kapten Huesca, Jorge Pulido, tepat di wajahnya. Aksi tersebut memicu keributan besar yang melibatkan hampir seluruh pemain kedua tim.

Reaksi cepat wasit dan VAR mengakibatkan tiga kartu merah sekaligus. Selain Andrada yang langsung dikeluarkan, kiper Huesca Dani Jiménez juga menerima kartu merah setelah melancarkan pukulan balasan ke kepala Andrada. Di pihak Zaragoza, bek Dani Tasende tak luput dan diberi kartu merah setelah terlibat dalam perkelahian. Insiden tersebut berlangsung selama beberapa menit, mengganggu jalannya pertandingan yang sebelumnya didominasi by pertahanan.

Hasil akhir pertandingan tetap tercatat 1-0 untuk kemenangan Huesca, berkat gol tunggal Oscar Sielva pada menit ke-68. Kemenangan tersebut mengangkat Huesca ke posisi 19 dengan 36 poin, sementara Zaragoza tetap berada di urutan kedua terbawah dengan 35 poin, mengancam kemungkinan degradasi ke kasta ketiga dengan lima pertandingan tersisa.

  • Esteban Andrada (Real Zaragoza) – Kartu Merah
  • Dani Jiménez (SD Huesca) – Kartu Merah
  • Dani Tasende (Real Zaragoza) – Kartu Merah

Setelah kejadian itu, Esteban Andrada mengeluarkan pernyataan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosial resmi klub. Ia mengaku sangat menyesal dan menyatakan siap menerima konsekuensi apa pun yang diberikan oleh liga. “Saya sangat, sangat menyesal atas apa yang terjadi. Ini bukan citra yang baik untuk klub, para penggemar, dan terutama bagi seorang profesional seperti saya,” tulis Andrada. Ia menambahkan bahwa selama kariernya, ia hanya pernah menerima satu kartu merah sebelumnya, yaitu karena handball di luar kotak penalti.

Pihak manajemen Real Zaragoza pun mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan Andrada. Klub menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan nilai sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi. “Kami menyaksikan adegan yang tidak pantas dalam olahraga ini dan seharusnya tidak pernah terjadi. Peristiwa ini tidak mewakili nilai-nilai Real Zaragoza maupun para pendukungnya yang terkenal dengan sportivitas, keberanian, dan rasa hormat kepada lawan,” ungkap pernyataan klub. Zaragoza menambahkan bahwa mereka akan melakukan analisis internal dan mengambil tindakan disipliner yang sesuai terhadap pemain yang bersangkutan.

Manajer Huesca, José Luis, memberikan komentar singkat mengenai insiden tersebut. Ia menyebutnya sebagai kehilangan kontrol total dan menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak dapat dibenarkan dalam kompetisi profesional. “Ini sangat mengerikan; seharusnya derbi Aragonia menjadi perayaan sepak bola, bukan pertarungan brutal,” ujarnya.

Insiden ini tidak hanya menjadi sorotan media nasional, tetapi juga menyebar ke platform internasional seperti Reuters, Metro, dan outlet berita olahraga lainnya. Video kejadian cepat menjadi viral di media sosial, menimbulkan perdebatan luas tentang disiplin pemain dan peran wasit dalam mengendalikan situasi tegang. Para analis sepak bola menilai bahwa tekanan relegasi dapat memicu emosi tinggi, namun menekankan pentingnya kontrol diri, terutama bagi pemain senior seperti Andrada yang memiliki pengalaman internasional.

Ke depan, liga Segunda División dijadwalkan meninjau tindakan disipliner terhadap Andrada, Jiménez, dan Tasende. Kemungkinan sanksi dapat mencakup skorsing berjam-jam hingga beberapa pertandingan, serta denda finansial. Sementara itu, Real Zaragoza harus menyiapkan strategi tanpa Andrada di gawang, mengandalkan pengganti yang belum teruji dalam situasi krusial. Bagi Huesca, kemenangan ini memberi dorongan moral, namun klub juga harus menanggapi insiden yang melibatkan kiper mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *