GemaWarta – 27 April 2026 | Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengungkap secara rinci alasan menurunkan kiper muda berusia 19 tahun, Fitrah Maulana, pada pertandingan melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Keputusan itu diambil bukan sekadar faktor kebetulan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang menyesuaikan regulasi U‑23 serta menjaga stabilitas mental skuad pada fase akhir kompetisi Super League 2025/2026.
Meski Persib masih berada di puncak klasemen dengan 66 poin, selisih tipis dengan Borneo FC membuat tekanan semakin besar. Hodak menegaskan bahwa mental pemain tetap menjadi prioritas utama. “Mental pemain semua oke. Kami masih nomor satu, tapi kami tidak mau melunakkan diri. Fokus tetap pada setiap laga dan kami ingin terus memimpin,” ujar pelatih dalam konferensi pers sebelum laga melawan Bhayangkara Presisi yang dijadwalkan pada 30 April 2026.
Rotasi kiper menjadi pilihan taktik penting setelah hasil imbang 0‑0 melawan Arema. Teja Paku Alam, kiper utama, diistirahatkan untuk memberi ruang kepada pemain U‑23 yang wajib mengisi kuota usia. Karena Kakang Rudianto mengalami cedera ringan, Bojan memutuskan menurunkan Fitrah Maulana sebagai starter. Fitrah, yang sebelumnya pernah membela timnas U‑20 Indonesia, memenuhi syarat umur dan berhasil mengamankan clean sheet meski lini serang Persib mandul pada pertandingan tersebut.
Pertandingan melawan Arema memperlihatkan dominasi serangan Persib dengan 29 tembakan, namun semua tidak menghasilkan gol. Hal ini menegaskan catatan penting yang diidentifikasi Hodak: penyelesaian akhir masih menjadi titik lemah. “Jika kami mencetak gol, semua orang akan bilang itu pertandingan yang luar biasa,” kata Bojan, menambahkan bahwa latihan tambahan khusus penyelesaian akhir akan dijadwalkan menjelang pertandingan melawan Bhayangkara.
- Alasan utama penempatan Fitrah Maulana: memenuhi kuota U‑23 dan mengurangi beban pada kiper utama.
- Keuntungan taktis: memberi kesempatan bagi pemain muda tampil di level tertinggi.
- Catatan negatif: kurangnya gol meski banyak peluang.
Sementara itu, Bojan juga menyinggung kemungkinan memberi menit kepada veteran Made Wirawan. Jika Persib berhasil membuka jarak poin yang signifikan, Made dapat mencetak rekor pemain tertua di Liga Indonesia, melampaui Beto Goncalves yang memegang rekor sebelumnya. Namun, dengan persaingan ketat melawan Borneo FC, peluang tersebut terasa tipis dan lebih diprioritaskan pada pemanfaatan pemain muda untuk menjaga ritme kompetisi.
Kesimpulannya, keputusan menurunkan Fitrah Maulana bukan sekadar keputusan taktis semata, melainkan respons terhadap regulasi liga, kondisi cedera, dan kebutuhan menjaga mental tim di tengah persaingan ketat. Dengan fokus pada perbaikan penyelesaian akhir dan tetap mengoptimalkan rotasi pemain muda, Persib berambisi menutup musim dengan gelar juara meski harus bersaing ketat dengan Borneo FC.











