GemaWarta – 28 April 2026 | Pada laga penutup Clausura 2026, pertandingan antara Cruz Azul vs Necaxa menjadi sorotan utama Liga MX. Tim asal Mexico City berhasil menundukkan Necaxa dengan skor meyakinkan 4-1 di Estadio Ciudad de México, sekaligus mengamankan hadiah satu juta dolar serta posisi teratas di klasemen agregat musim ini.
Pelatih interim Joel Huiqui, yang baru saja ditunjuk setelah masa transisi, memimpin timnya dengan strategi serang yang agresif. Penampilan offensif Cruz Azul tampak jelas sejak menit pertama, ketika gol pembuka tercipta lewat serangan cepat yang melibatkan Carlos Rodríguez dan Andrés Montano. Gol pertama tersebut membuka alur permainan dan menambah kepercayaan diri skuad biru.
Necaxa, yang sebelumnya berada di zona menengah klasemen, berusaha bangkit setelah ketinggalan gol pertama. Namun, pertahanan Cruz Azul yang solid, dipimpin oleh bek veteran Ezequiel Unsain, mampu menahan serangan balasan. Kesempatan Necaxa hanya terbatas pada satu gol di menit ke-27, yang dicetak oleh pemain depan mereka, namun gol tersebut tidak cukup mengubah alur pertandingan.
Gol kedua bagi Cruz Azul datang dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Kevin Mier, memperlebar jarak skor menjadi 2-1. Pada babak kedua, Erik Lira, kapten tim, memperlihatkan kepemimpinan dengan memberikan assist kepada Rodrigo Cortéz, yang menambah gol keempat pada menit ke-68. Lira juga menjadi sorotan karena gestur emosionalnya di akhir pertandingan, mengingatkan pada dedikasinya kepada klub meski ada rumor perpindahan ke Eropa.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga menegaskan posisi Cruz Azul sebagai tim paling konsisten dalam dua turnamen berurutan, yakni Apertura 2025 dan Clausura 2026. Dengan total 68 poin, mereka mengungguli Toluca yang mengumpulkan 67 poin, serta mengamankan gelar “Equipo de la Temporada” untuk kedua tahun berturut‑turut.
Hadiah satu juta dolar yang dijanjikan oleh Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) akan dibagikan secara merata kepada seluruh pemain, keputusan yang diambil oleh presiden klub Víctor Velázquez. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan moral tim menjelang fase Liguilla, di mana Cruz Azul dijadwalkan berhadapan dengan Atlas.
Para analis menggarisbawahi bahwa keberhasilan Cruz Azul tidak lepas dari perbaikan taktis di lini tengah. Pelatih interim menekankan pentingnya menambah tipe pemain yang mampu menghubungkan pertahanan dengan serangan, sebuah kebutuhan yang diidentifikasi setelah meninjau performa tim di paruh pertama musim. “Kita membutuhkan pemain tengah yang lebih dinamis untuk meningkatkan transisi,” ujar Huiqui dalam konferensi pasca‑pertandingan.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Cruz Azul dalam penguasaan bola (62%) dan jumlah tembakan ke gawang (14 tembakan, 8 tepat sasaran). Sementara itu, Necaxa hanya mencatat 6 tembakan, dengan 2 tepat sasaran. Data ini memperkuat argumen bahwa kontrol permainan berada di tangan biru, sekaligus menyoroti kebutuhan Necaxa untuk memperbaiki pertahanan bila ingin bersaing di turnamen berikutnya.
Keberhasilan ini juga menambah tekanan pada tim‑tim pesaing yang masih berusaha mengejar posisi teratas dalam klasemen agregat. Guadalajara, misalnya, masih berada dalam perburuan gelar namun terpaksa turun posisi setelah hasil imbang melawan Tijuana.
Dengan semangat yang tinggi dan dukungan finansial yang signifikan, Cruz Azul kini berada pada posisi yang kuat untuk melaju ke babak penentu. Para penggemar berharap tim dapat mempertahankan performa impresif ini dan mengangkat trofi Liga MX pada akhir musim.











