Kriminal

Polisi Bongkar Pesta Sabu Tanah Abang di Pinggir Rel Kereta, Ratusan Gram Disita

×

Polisi Bongkar Pesta Sabu Tanah Abang di Pinggir Rel Kereta, Ratusan Gram Disita

Share this article
Polisi Bongkar Pesta Sabu Tanah Abang di Pinggir Rel Kereta, Ratusan Gram Disita
Polisi Bongkar Pesta Sabu Tanah Abang di Pinggir Rel Kereta, Ratusan Gram Disita

GemaWarta – 30 April 2026 | Tim Reskrim Polri menggelar operasi besar-besaran pada Selasa (28/4/2026) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang berhasil membongkar sebuah pesta sabu yang digelar di pinggir rel kereta api. Aksi penangkapan ini menandai satu lagi langkah tegas aparat dalam memerangi peredaran narkotika di ibu kota.

Menurut keterangan Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, operasi dimulai setelah intelijen menerima laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan pada malam hari di area sekitar Stasiun Tanah Abang. Tim penyidik kemudian melakukan pengintaian selama tiga hari, mencatat pergerakan kendaraan mencurigakan dan suara musik keras yang mengindikasikan adanya pertemuan ilegal.

🔖 Baca juga:
Meninggal di Polresta Malang, Yai Mim Ternoda Kasus Pornografi dan Pelecehan Seksual: Fakta Lengkap dan Kontroversi

Pada dini hari, tepat pukul 01.40 WIB, polisi berhasil menyusup ke lokasi yang ternyata terletak di sebuah rumah kos di Jalan Tomang Pulo, Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah. Di sana, para pelaku tengah menyiapkan sabu-sabu dalam jumlah signifikan sambil mengundang peserta pesta untuk mengonsumsi secara massal.

Selama penggerebekan, petugas menemukan lebih dari 300 gram sabu metil, serta sejumlah peralatan pendukung seperti timbangan digital, kantong plastik berlabel, dan pipa kaca. Beberapa tersangka, termasuk seorang pria berusia 38 tahun yang menjadi inisiator pesta, langsung diamankan. Semua barang bukti kemudian diamankan dan diproses sesuai prosedur.

Operasi ini tidak lepas dari koordinasi lintas unit, melibatkan Polres Metro Jaya, Satreskrim Narkoba, serta satuan pengamanan kereta api. Penangkapan berlangsung tanpa insiden, berkat persiapan matang dan penggunaan taktik penyamaran yang efektif.

Selain penyitaan narkoba, polisi juga menemukan jejak kejahatan lain yang mengancam keamanan publik. Salah satunya, insiden pembakaran sopir angkot yang terjadi pada 25 April 2026 di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, menjadi latar belakang tambahan. Pelaku pembakaran, yang sebelumnya dikenal dengan inisial P (38), ditangkap pada 28 April 2026 setelah melarikan diri ke sebuah rumah kos. Ia kini menjadi tersangka dalam dua kasus berbeda: Pasal 308 KUHP terkait kebakaran dan Pasal 112 ayat (1) KUHP tentang penyalahgunaan narkotika.

🔖 Baca juga:
Doni Salmanan Nikmati Cuan Fantastis Usai Bebas Penjara, Korban Tuntut Ganti Rugi Besar

Akibat operasi ini, aparat menegaskan kembali komitmen mereka untuk menindak tegas jaringan narkoba yang memanfaatkan ruang publik seperti stasiun kereta atau area komersial. “Kami tidak akan mentolerir penggunaan ruang publik untuk peredaran narkoba. Setiap indikasi akan kami tindak cepat demi keamanan masyarakat,” ujar AKBP Dhimas Prasetyo.

Para saksi mata melaporkan bahwa sebelum penangkapan, terdengar musik keras dan asap putih yang menandakan penggunaan sabu secara terbuka. Warga sekitar mengeluhkan bau tidak sedap serta keributan yang mengganggu ketenangan lingkungan. Pihak berwenang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan kegiatan mencurigakan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar narkoba yang disita berasal dari pemasok luar kota, menandakan adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Penyidik kini tengah mengusut lebih dalam untuk menelusuri jalur suplai hingga ke pelaku utama di tingkat provinsi.

Kasus ini menambah daftar panjang tindakan kepolisian di Jakarta yang melibatkan penggerebekan narkoba, termasuk operasi di pasar tradisional, kawasan hiburan malam, dan bahkan area perumahan. Polri menegaskan bahwa setiap wilayah akan terus dipantau secara intensif guna mencegah munculnya kembali pesta narkoba serupa.

🔖 Baca juga:
TNI Gadungan Tertangkap: Penipuan Pedagang Telur Rugi Rp7 Juta, Klaim Kapten Mengguncang Publik

Ke depan, Polri berencana meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk melakukan edukasi publik dan program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba. Upaya preventif ini diharapkan dapat menurunkan permintaan serta memutus rantai pasokan narkoba di daerah perkotaan.

Kasus pembakaran sopir angkot yang terungkap bersamaan dengan penggerebekan pesta sabu menunjukkan kompleksitas kejahatan yang dihadapi aparat. Kedua peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan kriminal dapat saling terkait, mengharuskan penegakan hukum yang menyeluruh dan terintegrasi.

Dengan tersangkanya pelaku utama dan penyitaan narkoba dalam jumlah besar, polisi berharap dapat mengirimkan sinyal kuat kepada jaringan kriminal bahwa Jakarta tidak akan menjadi zona aman bagi aktivitas narkotika. Masyarakat diimbau untuk terus melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi terciptanya lingkungan yang lebih aman dan bebas narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *