Sosok

Abdul Wahid: Tokoh Religi yang Menginspirasi Kehidupan Keluarga di Perbatasan Singapura‑Johor

×

Abdul Wahid: Tokoh Religi yang Menginspirasi Kehidupan Keluarga di Perbatasan Singapura‑Johor

Share this article
Abdul Wahid: Tokoh Religi yang Menginspirasi Kehidupan Keluarga di Perbatasan Singapura‑Johor
Abdul Wahid: Tokoh Religi yang Menginspirasi Kehidupan Keluarga di Perbatasan Singapura‑Johor

GemaWarta – 02 Mei 2026 | Abdul Wahid, ulama dan penulis yang dikenal lewat karya-karya keagamaan, terus menjadi rujukan moral bagi banyak keluarga di Asia Tenggara. Melalui ajaran-ajaran yang sederhana namun mendalam, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan material dan spiritual, terutama pada bulan suci Dzulqaʽdah. Pengaruhnya terasa tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di komunitas lintas negara seperti keluarga‑keluarga Singaporean yang memilih menetap di Johor demi kualitas hidup yang lebih bersahabat.

Pada bulan Dzulqaʽdah 1447 H, Abdul Wahid menuliskan rangkaian amalan sunnah yang dapat memperkuat keimanan. Di antaranya meliputi mandi bersih dengan niat khusus, shalat sunnah empat rakaat yang disertai bacaan khusus, serta istighfar sebanyak tujuh puluh kali setelah salam. Ia juga menyarankan membaca doa khusus yang mengandung permohonan ampunan bagi diri sendiri, para muslim, dan seluruh umat. Amalan‑amalan tersebut tidak memerlukan fasilitas mewah, melainkan kesungguhan hati, sehingga mudah diterapkan oleh keluarga‑keluarga yang hidup di pinggiran kota atau perbatasan.

🔖 Baca juga:
Sarah Danh Guncang Sistem Hukum: Reformasi Besar, Dukungan Komunitas, dan Langkah Kebugaran Nasional

Keluarga Kamar Faizal Baharam, yang pindah dari Jakarta ke Johor pada akhir 2019, menemukan nilai‑nilai serupa dalam kehidupan sehari‑hari. Meskipun harus menempuh perjalanan satu jam melintasi Causeway untuk bekerja di Singapura, mereka tetap mengutamakan pendidikan anak‑anak dengan kurikulum internasional yang menekankan etika dan moral. Lingkungan kampung yang hangat di Johor, di mana tetangga saling mengenal dan menjaga, sejalan dengan ajaran Abdul Wahid tentang kebersamaan dan tolong‑menolong dalam komunitas.

Namun, tantangan sosial tidak dapat dihindari. Di Pekanbaru, operasi razia narkoba yang melibatkan 12 tempat hiburan malam menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan bahaya narkotika. Sementara itu, kelangkaan BBM subsidi seperti Pertalite menambah beban ekonomi warga. Abdul Wahid menegaskan bahwa dalam menghadapi krisis, umat harus tetap bersabar, memperbanyak doa, dan membantu sesama. Pesan‑pesannya menjadi pedoman bagi mereka yang berjuang menyeimbangkan kebutuhan hidup dengan nilai‑nilai spiritual.

🔖 Baca juga:
Sumurung Pandapotan Simaremare Terpilih Jadi Kajati Gorontalo, Penegak Disiplin dan Kode Etik Jaksa yang Baru
  • Mandi bersih dengan niat pada hari pertama Dzulqaʽdah.
  • Shalat sunnah empat rakaat, tiap rakaat dibaca Al‑Ikhlas tiga kali, An‑Naas tiga kali, Al‑Falaq satu kali.
  • Istighfar 70 kali setelah salam terakhir.
  • Doa khusus memohon ampunan bagi diri, umat pria dan wanita.
  • Puasa sunnah pada tanggal 25 Dzulqaʽdah dengan niat mencari pahala setara 60 bulan puasa.

Pengaruh Abdul Wahid tidak terbatas pada ritual ibadah; ia juga menekankan pentingnya pendidikan, solidaritas keluarga, dan kepedulian terhadap sesama. Keluarga Kamar Faizal, yang memilih sekolah internasional dengan biaya tinggi, melihat investasi pendidikan sebagai bagian dari usaha menciptakan masa depan yang lebih baik, selaras dengan ajaran Abdul Wahid tentang menyiapkan generasi yang berakhlak mulia. Di tengah dinamika perbatasan, mereka tetap menjaga tradisi Ramadan dengan berbelanja makanan khas di Johor, mengingatkan diri pada nilai kesederhanaan yang diajarkan oleh sang tokoh.

Secara keseluruhan, ajaran Abdul Wahid memberikan kerangka kerja yang kuat bagi keluarga‑keluarga modern di wilayah perbatasan. Dari amalan harian pada bulan Dzulqaʽdah hingga respons terhadap masalah sosial seperti narkoba dan kelangkaan bahan bakar, pesan-pesan beliau menuntun masyarakat untuk tetap berpegang pada nilai moral, sekaligus beradaptasi dengan tantangan zaman. Kehidupan Kamar Faizal di Johor menjadi contoh nyata bagaimana nilai‑nilai keagamaan dapat diaplikasikan dalam konteks global, menjadikan Abdul Wahid sosok yang relevan bagi generasi sekarang dan masa depan.

🔖 Baca juga:
Geena Davis Dorong Representasi Menopause di Layar Lebar dan Sorot Penampilannya di Coachella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *