GemaWarta – 03 Mei 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pernyataan tersebut disampaikan pada pembukaan Kongres FIFA di Kanada, menegaskan bahwa sepak bola berperan sebagai sarana persatuan dunia meski berada di tengah ketegangan politik internasional.
Infantino menegaskan, “Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026, dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat.” Ia menambahkan bahwa keputusan ini bukan sekadar pertimbangan teknis, melainkan bagian dari komitmen FIFA untuk menjaga nilai persatuan melalui olahraga.
Isu politik kembali mencuat ketika delegasi Iran tidak dapat menghadiri agenda resmi di Kongres FIFA karena pembatasan visa yang diberlakukan Kanada sejak 2024. Pemerintah Kanada menambahkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris, sehingga anggota yang terkait dilarang masuk negara tersebut. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan penerapan kebijakan ini secara ketat.
Meski begitu, FIFA menolak permintaan pemerintah Tehran agar laga Iran tidak dimainkan di wilayah Amerika Serikat. Jadwal resmi menunjukkan Iran akan bertanding di grup G melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, dengan dua pertandingan pertama di Inglewood, California, dan satu pertandingan di Seattle.
Persiapan tim Iran juga melibatkan pemusatan latihan di Tucson, Arizona, yang direncanakan tiga minggu sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat. Pada saat yang sama, delegasi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan FIFA di Zurich untuk membahas detail operasional, keamanan, dan kemungkinan kendala visa bagi pemain dan staf.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa pertemuan tersebut akan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström dan dihadiri oleh Presiden FFIRI Mehdi Taj. Taj menyatakan, “Kami memiliki banyak hal yang perlu dibicarakan, termasuk jaminan keamanan penuh bagi tim kami selama turnamen.”
- Lokasi pertandingan grup Iran: Inglewood (California) – dua laga, Seattle (Washington) – satu laga.
- Potensi lawan babak 32 besar: Amerika Serikat, jika Iran finis runner‑up grup.
- Jadwal latihan akhir: Tucson, Arizona, menjelang 11 Juni 2026.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak akan mempersulit kedatangan pemain Iran, namun menolak keterlibatan individu yang memiliki afiliasi dengan IRGC. Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap kehadiran Iran, menegaskan tidak ada keberatan asalkan FIFA tetap memegang kendali penuh.
Berita lain menyebutkan bahwa FIFA menyiapkan skema playoff tambahan jika Iran memutuskan mundur, melibatkan dua tim dari UEFA dan dua tim dari AFC. Hal ini menimbulkan harapan bagi tim nasional Indonesia yang sebelumnya berharap dapat masuk lewat jalur playoff.
Dengan keputusan FIFA yang menegaskan keikutsertaan Iran, harapan tim Indonesia kini harus mencari jalur lain. Namun, komitmen Infantino untuk menjadikan sepak bola “jembatan persatuan dunia” tetap menjadi fokus utama menjelang turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola internasional.
Secara keseluruhan, Iran Piala Dunia 2026 menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dapat melampaui batas politik, namun tetap tidak terlepas dari dinamika geopolitik yang mengiringi setiap langkahnya.











