GemaWarta – 16 April 2026 | Los Angeles, 15 April 2026 – Pada malam yang dipenuhi ketegangan di Intuit Dome, Golden State Warriors berhasil menyingkirkan Los Angeles Clippers dalam pertandingan Play‑In pertama musim 2025/26 NBA. Pertarungan yang berlangsung pada pukul 23.00 waktu setempat itu tidak hanya menentukan nasib satu tim, tetapi juga menyoroti penampilan impresif pemain Brasil berusia 23 tahun, Gui Santos, yang semakin menegaskan posisinya sebagai aset penting dalam skuad juara Stephen Curry.
Warriors dan Clippers masing‑masing menempati posisi ke‑9 dan ke‑10 di klasemen Western Conference. Kedua tim berhadapan dalam laga penentu tempat melaju ke putaran berikutnya, dengan pemenang akan bertemu tim yang kalah di pertandingan antara Phoenix Suns dan Portland Trail Blazers. Kegagalan berarti berakhirnya musim bagi yang kalah, sehingga intensitas permainan mencapai puncaknya.
Sejak awal, Warriors menampilkan gaya permainan yang agresif dan mengandalkan kecepatan transisi. Stephen Curry, yang kembali menunjukkan kelasnya, mencetak 32 poin dengan tiga lemparan tiga angka yang krusial pada kuarter keempat. Al Horford, veteran berpengalaman, menambah stabilitas di lini tengah dengan 12 rebound dan 8 assist, melengkapi upaya ofensif tim. Namun, sorotan utama malam itu jatuh pada Gui Santos, yang mencatatkan penampilan terbaiknya sepanjang karier NBA.
Gui Santos, satu‑satunya pemain Brasil yang masih aktif di liga, menempati posisi forward kecil dan masuk ke dalam lima pemain dengan rata‑rata menit terbanyak Warriors pada musim ini, menempati urutan keempat. Ia mencatatkan 28 menit bermain, menyumbang 11 poin, 5 rebound, serta 3 assist. Penampilan ini tidak hanya mengukuhkan kepercayaan pelatih Steve Kerr, tetapi juga menegaskan kemampuan Santos dalam menyesuaikan diri dengan ritme permainan tinggi di NBA. Dalam tiga musim pertamanya, ia telah menunjukkan progres yang konsisten, meningkatkan rata‑rata poin per game dari 4,2 pada musim rookie menjadi lebih dari 10 pada musim ini.
Selain statistik individu, kontribusi Santos terlihat jelas dalam momen‑momen kunci. Pada kuarter kedua, ia berhasil mencuri bola dari pertahanan Clippers dan melancarkan fast break yang berujung pada layup mudah, memperkecil selisih menjadi dua angka. Di kuarter ketiga, Santos menambahkan tiga poin penting lewat tembakan jump shot dari luar area cat, menstabilkan keunggulan Warriors yang sempat terancam oleh serangkaian lemparan tiga angka Clippers.
Penonton dapat menyaksikan pertandingan ini secara langsung melalui NBA League Pass maupun Prime Video, yang menyiarkan aksi secara real‑time dengan kualitas gambar tinggi. Sorotan siaran menampilkan analisis taktik pelatih Kerr yang menekankan rotasi cepat pemain bench, memberikan peluang bagi pemain muda seperti Santos untuk menambah menit bermain dan mengasah kemampuan pada panggung besar.
Dengan kemenangan 112‑105, Warriors melaju ke babak selanjutnya, menunggu tim yang kalah dari Suns‑Blazers. Bagi Clippers, kekalahan ini menutup musim mereka, meski mereka menunjukkan perlawanan sengit dengan kontribusi signifikan dari Kawhi Leonard dan Paul George yang masing‑masing mencetak lebih dari 20 poin. Namun, kelelahan dan kurangnya kedalaman bench menjadi faktor penentu hasil akhir.
Keberhasilan Warriors dalam pertandingan ini menegaskan kembali status mereka sebagai tim yang selalu berada di garis depan kompetisi, sementara penampilan Gui Santos menambah catatan positif bagi pemain internasional yang terus mengukir prestasi di NBA. Jika momentum ini berlanjut, Warriors memiliki peluang kuat untuk kembali mengincar gelar, sementara Santos dapat menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda Brasil yang bermimpi menjejakkan kaki di panggung basket dunia.











