GemaWarta – 09 Mei 2026 | Sultan Hassanal Bolkiah, pemimpin Brunei Darussalam, baru-baru ini menjadi sorotan setelah menghadiri acara kelulusan putrinya, Ameerah. Meskipun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Sultan Hassanal Bolkiah tampak sederhana saat menghadiri upacara wisuda putrinya.
Sultan Hassanal Bolkiah memiliki 12 anak dari tiga pernikahannya. Anak-anaknya telah menyelesaikan pendidikan mereka di universitas-universitas ternama di seluruh dunia, termasuk Universitas Oxford dan Universitas London.
Selain sebagai pemimpin, Sultan Hassanal Bolkiah juga dikenal sebagai seorang pilot yang berlisensi. Beliau telah menerbangkan pesawat pribadinya sendiri ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT ASEAN 2026. Momen ini menjadi sorotan karena jarang ada pemimpin yang menerbangkan pesawat pribadinya sendiri.
Kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah diperkirakan mencapai lebih dari USD20 miliar, atau sekitar Rp457 triliun. Kekayaannya bersumber dari cadangan minyak dan gas alam Brunei, yang dikelola oleh badan investasi negara.
Sultan Hassanal Bolkiah juga dikenal sebagai seorang kolektor mobil mewah. Beliau memiliki lebih dari 7.000 unit kendaraan, termasuk Rolls-Royce, Ferrari, dan Lamborghini. Koleksi mobilnya diperkirakan bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
Di samping kekayaannya, Sultan Hassanal Bolkiah juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang peduli dengan rakyatnya. Beliau telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Brunei, termasuk membangun infrastruktur dan meningkatkan akses ke pendidikan dan kesehatan.
Dalam KTT ASEAN 2026, Sultan Hassanal Bolkiah menekankan pentingnya kerja sama regional untuk menghadapi tantangan global. Beliau juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN.
Dalam kesimpulan, Sultan Hassanal Bolkiah adalah seorang pemimpin yang sederhana dan kaya raya. Beliau dikenal sebagai seorang pilot yang berlisensi, kolektor mobil mewah, dan pemimpin yang peduli dengan rakyatnya. Kekayaannya yang mencapai miliaran dolar Amerika Serikat tidak membuatnya lupa akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Brunei.











