GemaWarta – 13 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Selasa 12 Mei 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah. Rupiah bergerak melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi 17.483 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.414 per dolar AS.
Menurut analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong, rupiah melemah karena harapan damai AS-Iran sedang meredup. Penguatan dolar AS dipicu oleh sikap keras Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.
Di sisi lain, indeks dolar AS sendiri mengalami kenaikan 0,09% menuju level 97,98. Mayoritas mata uang di Asia juga ditutup melemah, termasuk yen Jepang, won Korea, baht Thailand, dan dolar Hong Kong.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan dolar AS dipicu oleh sikap keras Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran. Trump menyebut tanggapan Teheran sama sekali tidak dapat diterima, yang seketika meredam harapan pasar akan de-eskalasi di kawasan Teluk.
Ibrahim menambahkan, pasar kini menantikan kunjungan Trump ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing akhir pekan ini guna membahas perdagangan hingga konflik Iran. Selain itu, investor mencermati rilis data inflasi AS bulan April serta data penjualan ritel yang akan dirilis pekan ini.
Dari dalam negeri, sentimen sebenarnya cukup positif setelah Bank Indonesia (BI) merilis Survei Konsumen April 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat meningkat tipis ke level 123,0 dari sebelumnya 122,9 pada Maret 2026.
Namun, kuatnya faktor eksternal dari sisi geopolitik dan antisipasi kebijakan suku bunga Federal Reserve masih menekan posisi rupiah. Rupiah ditutup melemah 0,66% atau 115 poin ke Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026).
Untuk prediksi besok, rupiah diperkirakan akan terus melemah terhadap dolar AS. Namun, perlu diingat bahwa pasar valas sangat dinamis dan dapat berubah secara cepat.
Oleh karena itu, para investor dan pelaku bisnis perlu terus memantau perkembangan pasar dan berita-berita terkini untuk membuat keputusan yang tepat.











