BERITA

Manggarai Timur Lawan Stunting dengan Program Gemilang, Sementara NTT Diguyur Hujan

×

Manggarai Timur Lawan Stunting dengan Program Gemilang, Sementara NTT Diguyur Hujan

Share this article
Manggarai Timur Lawan Stunting dengan Program Gemilang, Sementara NTT Diguyur Hujan
Manggarai Timur Lawan Stunting dengan Program Gemilang, Sementara NTT Diguyur Hujan

GemaWarta – 18 Mei 2026 | Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meluncurkan Program Stunting Gemilang (Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang) untuk mengatasi masalah stunting di daerah tersebut. Program ini merupakan kerja sama antara Bayan Peduli, doctorSHARE, dan pemerintah daerah setempat. Sasaran utama program ini adalah ibu hamil dan balita, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Manggarai Timur.

Menurut data, prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur masih mencapai 38,8 persen. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang menyeluruh, sistematis, dan berkesinambungan untuk mengatasi masalah ini. Program Stunting Gemilang hadir sebagai solusi untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Manggarai Timur dan wilayah lainnya.

🔖 Baca juga:
Prakiraan Cuaca BMKG Besok: Hujan Lebat di Bangka Belitung, Cerah di Pontianak, dan Risiko Badai di Sulawesi Utara

Program ini mencakup pemeriksaan Kekurangan Energi Kronis (KEK) bagi ibu hamil, layanan USG bergerak, penyaluran tablet penambah darah dan vitamin kehamilan, kelas edukasi ibu hamil, pelatihan bidan serta kader Posyandu, pembagian perlengkapan ibu melahirkan, serta peningkatan fasilitas Posyandu. Dalam aspek peningkatan gizi anak, program meliputi pemberian asupan protein tambahan, seperti telur, pembagian makanan tambahan untuk balita, pelatihan Posyandu dalam menyediakan MP-ASI berbasis bahan pangan lokal, pembagian perlengkapan bayi baru lahir, penguatan pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemantauan lewat dashboard Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa wilayah NTT, termasuk Manggarai Timur, akan diguyur hujan pada 18-20 Mei 2026. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

🔖 Baca juga:
Gempa dan Bencana Alam Mengguncang Indonesia: Update Terbaru

Dalam konteks lain, kuasa hukum Ipda Rudy Soik, Ferdy Maktaen, mengkritik rilis resmi Polda NTT terkait pengungkapan kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Manggarai Timur. Menurut Ferdy, penyampaian tersebut tidak etis karena mengaitkan kasus yang menjerat Kanit Paminal Polres Manggarai Timur, Aipda Djefry Loudoe, dengan perkara yang sebelumnya dialami kliennya.

Kasus mafia BBM di NTT telah menjadi perhatian serius, dan pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa praktik mafia BBM memang nyata dan masif di NTT. Ferdy menilai bahwa praktik mafia BBM di NTT turut melibatkan oknum aparat kepolisian, dan meminta Kapolda NTT untuk menindak tegas dua tersangka yang sudah ditetapkan dan mengusut 38 calon tersangka lainnya.

🔖 Baca juga:
Gempa Hari Ini: Kabupaten Gayolues dan Jayapura Diguncang Gempa

Dalam upaya mengatasi masalah stunting dan mafia BBM, perlu kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholders lainnya. Dengan demikian, diharapkan dapat mencapai solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *