GemaWarta – 16 Mei 2026 | Sebuah aksi protes yang dilakukan oleh aktivis lingkungan hidup telah menggempur konferensi lingkungan yang diadakan di Jesus College, Cambridge. Konferensi yang diselenggarakan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP) ini bertujuan untuk membangun hubungan antara pemimpin bisnis, keuangan, dan konservasi.
Aksi protes ini dilakukan oleh organisasi aktivis lingkungan hidup bernama Organisation of Radical Cambridge Activists (ORCA). Mereka menuduh konferensi ini telah mengundang ‘para poluter besar, raksasa pertambangan multinasional, perusahaan yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, dan perusahaan asuransi yang memperoleh keuntungan dari minyak, gas, dan senjata’.
Para aktivis melakukan aksi protes dengan memicketing pintu masuk konferensi, membawa spanduk, dan membagikan selebaran kepada para peserta. Mereka juga melakukan aksi dramatis dengan memasuki area konferensi dan memainkan musik keras untuk mengganggu acara.
Menurut ORCA, konferensi ini dihadiri oleh para pembicara dari perusahaan yang memiliki catatan buruk dalam hal lingkungan hidup, termasuk Nestle, Suzano, Teck, dan WWF. Para aktivis menuduh konferensi ini sebagai ‘greenwashing‘, yaitu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperbaiki citra mereka tanpa melakukan perubahan yang nyata.
Aksi protes ini mendapat perhatian dari pihak keamanan, namun para aktivis diberitahu bahwa mereka memiliki hak untuk melakukan protes damai. Konferensi ini diadakan untuk membangun hubungan antara pemimpin bisnis, keuangan, dan konservasi, namun aksi protes ini menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan yang belum melakukan tindakan yang cukup untuk melindungi lingkungan hidup.
Dalam aksi protes ini, para aktivis juga menekankan pentingnya menghubungkan antara perjuangan lingkungan hidup dengan perjuangan lainnya, seperti perjuangan melawan imperialisme dan perjuangan untuk hak asasi manusia. Mereka menekankan bahwa perjuangan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari perjuangan lainnya, karena semua perjuangan ini saling terkait.
Di akhir aksi protes, para aktivis meninggalkan konferensi dengan pesan yang jelas: bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan harus melakukan perubahan yang nyata untuk melindungi lingkungan hidup.











