GemaWarta – 28 Mei 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi jagung. Produksi jagung nasional telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, bahkan 100 ton hasil panen dari Bengkayang telah diekspor ke Malaysia.
Selain itu, Kementerian Pertanian (Kementan) juga meluncurkan program Optimasi Lahan (Oplah) untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional. Program ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif. Gerakan Tanam Serentak nasional yang digelar Kementan juga menjadi bagian dari strategi percepatan tanam sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Badan Pangan Nasional juga memastikan bahwa harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan naik meski nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan. Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa kualitas beras program SPHP senantiasa dijaga oleh Perum Bulog agar masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas cukup baik dengan harga yang terjangkau.
Prevalensi ketidakcukupan pangan (PoU) di Kabupaten Mappi, Papua Selatan, juga menunjukkan penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 42,68% pada 2025. Angka ini turun 3,64% dari tahun sebelumnya. Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025, yang berarti PoU di Kabupaten Mappi masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan pemerintah daerah. Dengan demikian, diharapkan produksi pangan nasional dapat meningkat, sehingga ketahanan pangan di Indonesia dapat terjamin.
Kesimpulan, upaya Badan Pangan Nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia telah menunjukkan hasil yang positif. Dengan produksi jagung yang meningkat, program stabilisasi pasokan, dan penurunan prevalensi ketidakcukupan pangan, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.











