GemaWarta – 03 Juli 2026 | Fenomena Strawberry Moon atau bulan purnama Juni kembali menghiasi langit pada akhir Juni 2026. Fenomena astronomi berupa fase bulan ini dapat diamati dari wilayah Indonesia dengan kondisi cuaca yang mendukung. Strawberry Moon bukanlah fenomena astronomi yang berbeda dari bulan purnama biasa, namun memiliki nama yang unik karena berasal dari folklor musim buah stroberi.
Puncak oposisi bulan akan terjadi pada Selasa 30 Juni pukul 05.58 WIB, sehingga sebagian besar wilayah Indonesia kecuali sebagian Sumatra akan melewatkan detik-detik puncaknya. Meskipun demikian, Bulan Stroberi sudah terlihat di langit Wina, Austria, dan juga di ibu kota Portugal, Lisbon, sampai menarik perhatian banyak orang yang ingin menonton serta mengabadikannya.
Fenomena Strawberry Moon ini dapat diamati sejak Senin malam, 29 Juni 2026, hingga menjelang Matahari terbit pada Selasa, 30 Juni 2026. Pakar astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa purnama ini dapat diamati sejak Senin malam, 29 Juni 2026, hingga menjelang Matahari terbit pada Selasa, 30 Juni 2026.
Strawberry Moon atau purnama Juni 2026 ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah unggahan Instagram mengimbau publik untuk menyaksikannya pada 30 Juni 2026. Bulan purnama Juni atau yang dikenal sebagai Strawberry Moon kembali menghiasi langit pada akhir Juni 2026.
Sementara itu, Astronom Marufin Sudibyo menyebut julukan Strawberry Moon berasal dari folklor musim buah stroberi. Nama Strawberry Moon bukan berarti Bulan berubah menjadi merah muda seperti buah stroberi, melainkan karena fase purnama bulan Juni yang menghiasi langit pada musim panen stroberi.
Fenomena Strawberry Moon ini menarik perhatian karena menghadirkan pemandangan Bulan yang tampak rendah di cakrawala dengan warna hangat saat mulai terbit. Momen tersebut berlangsung pada waktu tertentu sehingga pengamatan dari lokasi terbuka dapat memberikan tampilan Bulan yang lebih jelas dan memikat.
Kesimpulan, Fenomena Strawberry Moon atau bulan purnama Juni kembali menghiasi langit pada akhir Juni 2026 dan dapat disaksikan dari Indonesia selama kondisi cuaca cerah. Strawberry Moon bukanlah fenomena astronomi yang berbeda dari bulan purnama biasa, namun memiliki nama yang unik karena berasal dari folklor musim buah stroberi.











