GemaWarta – 08 Mei 2026 | Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan bahwa rakyat Iran akan segera merayakan kemenangan besar dalam perangnya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan Aref di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington.
Menurut laporan media pemerintah Press TV, Aref meyakini bahwa hasil akhir dari konflik ini akan membawa perubahan besar bagi posisi Iran di kancah internasional.
"Kita akan segera mengadakan perayaan kemenangan kita, dan sanksi serta tekanan yang telah dibebankan kepada bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut dengan kemenangan besar bangsa Iran tersebut," ujar Aref.
Klaim tersebut muncul bertepatan dengan insiden saling melepaskan tembakan yang melibatkan kedua belah pihak di Selat Hormuz.
Dalam insiden itu, Iran menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berjalan.
Di sisi lain, pihak AS membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan adanya eskalasi dan menegaskan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku.
Menanggapi situasi yang kian memanas, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran.
Trump mengancam akan melancarkan serangan yang lebih masif jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan baru.
"Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih keras lagi (secara kekerasan)," papar Trump.
Meski melontarkan ancaman, Trump tetap bersikeras bahwa status gencatan senjata belum berakhir.
Iran juga menyatakan bahwa mereka akan segera merayakan kemenangan besar atas musuh-musuhnya setelah tekanan bertahun-tahun dan pencabutan rentetan sanksi yang menjerat Teheran.
"Rakyat Iran adalah pemenang Perang Ramadan," kata Aref.
Perang Ramadan yang dimaksudkan oleh Aref merujuk pada agresi militer yang terjadi di Iran selama 40 hari sejak tanggal 28 Februari lalu ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran.
Perang tersebut dimulai saat bulan suci Ramadan sedang berlangsung.
Pernyataan Aref soal kemenangan disampaikan dalam rangkaian kunjungannya ke sejumlah lembaga eksekutif, termasuk National Petrochemical Company, perusahaan pelayaran nasional Iran, dan Organisasi Pangan dan Obat-obatan.
Dalam kunjungan itu, ia juga mengeluarkan perintah untuk membangun kembali industri-industri yang rusak akibat perang.
Saat bertemu pejabat National Petrochemical Company, Aref menegaskan pemerintah memiliki kepercayaan penuh terhadap kemampuan industri minyak Iran.
"Dengan berserah kepada Tuhan dan mengandalkan kemampuan dalam negeri, tidak ada kekhawatiran tentang rekonstruksi unit-unit yang rusak akibat perang paksa ketiga," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi upaya rekonstruksi kompleks petrokimia yang rusak.
"Laporan yang disampaikan direktur perusahaan menunjukkan proses pembangunan kembali berjalan baik dan mencerminkan upaya luar biasa para pelaku industri," kata Aref.
Menurutnya, perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu fondasi utama pembangunan negara.
"Iran memiliki kapasitas besar di bidang sains dan teknologi, dan kita harus melanjutkan jalur pembangunan dengan mengandalkan kemampuan tersebut," ujarnya.
Aref juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas unit-unit industri yang rusak selama proses rekonstruksi.
"Dalam proses pembangunan kembali, kita harus lebih mengandalkan teknologi dalam negeri. Meski kerja sama ilmiah dengan negara lain tetap berjalan, fokus utama harus pada kemampuan domestik," katanya.
Kesimpulan: Iran menyatakan bahwa mereka akan segera merayakan kemenangan besar atas musuh-musuhnya setelah tekanan bertahun-tahun dan pencabutan rentetan sanksi yang menjerat Teheran. Aref juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki kepercayaan penuh terhadap kemampuan industri minyak Iran dan menekankan pentingnya meningkatkan kualitas unit-unit industri yang rusak selama proses rekonstruksi.











