Internasional

MQ-9 Reaper: Drone Canggih yang Membuat Sejarah di Brunei

×

MQ-9 Reaper: Drone Canggih yang Membuat Sejarah di Brunei

Share this article
MQ-9 Reaper: Drone Canggih yang Membuat Sejarah di Brunei
MQ-9 Reaper: Drone Canggih yang Membuat Sejarah di Brunei

GemaWarta – 02 Juni 2026 | MQ-9 Reaper, drone canggih buatan Amerika Serikat, baru-baru ini membuat sejarah dengan mendarat untuk pertama kalinya di Brunei. Kehadiran drone ini dalam rangka perayaan ulang tahun ke-65 Angkatan Bersenjata Brunei (RBAF) di Pangkalan Udara Rimba, Royal Brunei Air Force (RBAirF), menandai kerja sama pertahanan yang kuat antara AS dan Brunei.

Sultan Hassanal Bolkiah secara langsung mengunjungi dan melihat lebih dekat drone tersebut selama upacara perayaan. Menurut Kedutaan Besar Amerika Serikat di Brunei, MQ-9 Reaper telah membuat sejarah pada 29 Mei 2026 dengan berhasil mendarat di Brunei untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi aviasi militer modern.

🔖 Baca juga:
Kapal Tanker Minyak Iran Diserang AS, Teheran Ancam Balas

Drone MQ-9 Reaper dikendalikan oleh operator Angkatan Udara AS dari pusat operasi di AS, memungkinkan jangkauan global dan kemampuan pengawasan yang persisten. Angkatan Udara AS terutama menggunakan pesawat MQ-9 untuk misi pengawasan maritim dan dukungan udara dekat, memberikan intelijen dan dukungan operasional yang kritis kepada para komandan di seluruh dunia.

Mayor Kim dari Angkatan Udara AS mengatakan, "Kunjungan historis ini menunjukkan kedalaman kerja sama pertahanan bilateral kita dan komitmen kita bersama untuk keamanan regional." Ia menambahkan, "Kami merasa terhormat untuk berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun RBAF dan untuk menunjukkan kemampuan yang mendukung kepentingan keamanan kita bersama."

🔖 Baca juga:
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang: Ketegangan, Dampak Ekonomi, dan Harapan Perdamaian

Sementara itu, dalam sebuah insiden terpisah, serangan rudal balistik Iran terhadap pangkalan udara di Kuwait menyebabkan beberapa orang Amerika mengalami cedera ringan dan menghancurkan dua drone. Serangan ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Amerika Serikat kemudian melakukan serangan terhadap situs radar dan kendali drone Iran sebagai respons atas penembakan drone MQ-1 Predator AS. Pertempuran ini menunjukkan fragilitas gencatan senjata yang telah berlangsung selama beberapa minggu di Iran, dengan serangan berkelanjutan terjadi meskipun upaya negosiasi untuk memperpanjang gencatan senjata.

🔖 Baca juga:
10 Ribu Umat Kristen di Israel Hidup dalam Bayang-Bayang Intimidasi

Dalam situasi yang terus berkembang ini, kehadiran MQ-9 Reaper di Brunei menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama pertahanan antara AS dan Brunei, serta menunjukkan kemampuan canggih drone ini dalam mendukung keamanan regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *